Home Sosial Budaya Dalang Cilik, Dalang Kondang dan Sinden Hungaria Bikin Heboh

Dalang Cilik, Dalang Kondang dan Sinden Hungaria Bikin Heboh

261
0
SHARE

SEKAT.CO, Grobogan – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan berlangsung meriah, sabtu (11/8/2018) malam. Ribuan warga sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang yang dilangsungkan di halaman Wisma Budaya Lempung Biru itu.

Dalam pagelaran wayang itu ada dua dalang yang tampil. Pertama adalah dalang cilik Ahmad Cannavaro Heriyanto yang usianya baru 10 tahun. Dalang cilik Cannavaro yang saat ini masih duduk kelas III SDN 02 Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, tampil sebagai dalang pembuka pagelaran.

Putra Kades Bandungsari Ledy Heriyanto tampil sekitar satu jam, mulai pukul 20.30 WIB. Meski masih belia, namun penampilannya sempat mengundang decak kagum para penonton.

Pentas Cannavaro diiringi kru gamelan dari Karang Taruna Eka Bakti Desa Bandungsari. Kemudian, untuk sinden atau larasati pengiringnya menampilkan lima mahasiswi Undip Semarang yang kebetulan sedang melangsungkan KKN di Bandungsari.

Usai Cannavaro, pentas wayang dilanjutkan dengan tampilnya dalang kondang Ki Manteb Soedarsono atau yang dikenal dengan sebutan ‘dalang Oye’. Penampilan dalang paling senior itu membuat ribuan penonton tidak beranjak hingga pentas usai menjelang Subuh.

Dalam pagelaran wayang itu juga menampilkan bintang tamu istimewa. Yakni,larasati atau sinden yang berasal dari Hungaria Agnes Serfozo.

Meski bukan orang Jawa, namun suara perempuan yang akrab dipanggi Aggy ini tidak kalah dengan tiga sinden lainnya. Bahkan, banyak penonton yang sebelumnya sempat tidak percaya jika salah satu pelantun gending atau tembang dalam pagelaran itu adalah orang manca negara.

Penampilan Aggy malam itu memang seperti tiga sinden lainnya. Yakni, memakai jarit dan kebaya biru serta mengenakan konde.

“Saya mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan tampil di Desa Bandungsari. Saya merasa senang karena dapat sambutan hangat dari masyarakat sini,” ungkap Aggy dalam bahasa Jawa yang disampaikan dengan sangat fasih.

Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan kementerian komunikasi dan informasi (Kominfo). Tujuannya, sebagai salah satu sarana untuk menangkal merebaknya berita bohong alias hoax serta membangkitkan lagi rasa nasionalisme masyarakat.

Acara ini dibuka oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti.

“Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisional yang bisa digunakan sebagai sarana untuk menyosialisasikan program dan kebijakan pemerintah pada masyarakat luas,” ungkap Rosarita.

Pagelaran wayang juga dihadiri anggota komisi I DPR RI Evita Nursanti, Komisioner KIP Wapa Patria Uma, Staf Ahli Menkominfo Hendri Subiakto dan Direktur Pengelolaan Media Publik Sumiati. Hadir pula, jajaran Muspika dan para Kades se-Kecamatan Ngaringan.

Kepala Desa Bandungsari Ledy Heriyanto mengaku sangat puas dengan jalannya pentas kesenian tradisional tersebut. Menurutnya, pentas kali ini dirasakan paling meriah dibandingkan acara serupa tahun-tahun sebelumnya.

“Pagelaran wayang kulit ini juga dirangkai dalam rangka memperingati HUT RI. Saya selaku kepala desa mengucapkan terima kasih dari semua pihak yang telah menyelenggerakan hiburan rakyat wayang kulit disini,” jelasnya. (D10).