Home Sosial Budaya Hari Jadi Pati-695, Gelar Pameran Tosan Aji

Hari Jadi Pati-695, Gelar Pameran Tosan Aji

98
0
SHARE

SEKAT.CO, Pati – Kirab Apresiasi Seni dan Budaya dalam rangka hari jadi Pati ke 695 serta menyongsong HUT RI ke 73 digelar di Jl. P Sudirman menuju Gedoeng Djoeang ’45, Jumat (10/8/2018).

Acara yang digelar dari tanggal 10-12 Agustus 2018 tersebut berisi pameran bursa Tosan Aji, parade musik Koes Plus, Sendratari, Teater serta Akustik.

Pameran Tosan Aji berupa keris ini merupakan pameran yang pertama kali dilaksanakan. Pameran ini dilaksanakan, karena dirasa sangat perlu dan peduli dengan warisan budaya yang ada saat ini.

Ketua Panitia yakni Suparno mengungkapkan,” kita adakan acara – acara seperti pameran, kemudian sarasehan – sarasehan, dengan tujuan supaya ada informasi tentang keris yang sesungguhnya, bahwa di dalam keris tidak hanya ada sisi mistis nya saja, namun juga ada sisi eksoterisme atau keindahannya nya juga”, ungkapnya ketika ditemui Jumat (10/8/2018).

Ditambahkan oleh Suparno bahwa di dalam keindahan keris terdapat makna – makna filosofi yang merupakan jiwa bangsa. Di dalam keris juga terdapat istilah gulo milir atau gula yang mengalir yang mana filosofinya yakni kita sebagai manusia harus bisa bersikap manis baik kepada sesama maupun kepada Allah SWT.

“Karena pameran ini untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati yang ke 695, jadi ada 695 bilah keris yang kita tampilkan disini. Selain itu, ada juga patung maupun pusaka yang mana benda – benda ini hasil dari temuan oleh teman – teman Tosan Aji di wilayah Kecamatan Kayen, serta di lereng pegunungan Kendang, itu banyak sekali benda – benda bersejarah”, imbuhnya.

Ada juga sebuah candi yang ditemukan di daerah Kecamatan Kayen, yang apabila dikelola dengan baik, itu merupakan sebuah aset untuk destinasi pariwisata, namun sayangnya belum tersentuh. Oleh karenanya, pihaknya ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa di daerah Kecamatan Kayen dan lereng pegunungan Kendeng, bahwa terdapat banyak situs – situs bersejarah yang belum terungkap.

Pameran ini memang 90% kerisnya berasal dari Kabupaten Pati, sedangkan sisanya adalah partisipasi teman – teman Tosan Aji dari luar daerah seperti Demak dan Surabaya.

” Semoga acara seperti ini dapat terus terselenggara dan tidak hanya kali ini saja, agar generasi penerus itu tahu dan paham tentang makna keris secara keseluruhan, bukan hanya sebagian. Yaitu mengetahui bahwa di dalam keris terdapat sisi isoteris dan juga eksoteris”, pungkasnya. (ER11).