Home Breaking News Trotoar 3 Milyar Disoal, Kontraktor Proyek “Saya Sedang Makan Durian”

Trotoar 3 Milyar Disoal, Kontraktor Proyek “Saya Sedang Makan Durian”

955
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, melanjutkan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan pekerjaan renovasi trotoar yang terletak di Jalan Ronggolawe, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (6/3/2019).

Proyek yang bersumber dari anggaran APBD tahun 2017 belakangan diketahui dikerjakan oleh PT. Ganesha Bangun Karya dengan nilai kontrak Rp 3.250.589.000 milyar.

Berdasarkan jadwal agenda klarifikasi yang dilakukan oleh penyidik Subdit III Tipikor Polda Jateng, Rabu (6/3/2019) pagi, yakni meminta klarifikasi terhadap 4 orang.

Diantaranya, 1 orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dari Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), 1 orang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), lalu satu orang dari konsultan pengawas yakni Direktur CV. Cahaya Mustika Consultant dan yang terakhir satu orang selaku Direktur PT. Ganesha Bangun Karya.

Hari sebelumnya, Selasa (5/3/2019), 12 orang telah dimintai keterangan terkait proyek tersebut. Diataranya, Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Sekretaris PPHP, kemudian tiga orang anggota PPHP, Seorang Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja), lalu tiga orang anggota Pokja dan dua orang pelaksana, serta seorang konsultan perencana.

Dengan demikian, sampai saat ini terdapat 16 orang yang diklarifikasi terkait proyek tersebut, baik dari pihak swasta maupun pejabat terkait.

Suharyono, Kabid Perumahan Dinrumkimhub Blora, saat dikonfirmasi melalui sambungan telfonnya enggan memberikan ketengan secara rinci.

Saat ditanya perihal klarifikasi tersebut, dia justru meminta wartawan untuk datang ke kantornya. “Datang ke kantor saja, Mas,” ujarnya singkat, Rabu (6/3/2019).

Sementara itu, Agustinus Waskito Nugroho, selaku Direktur PT. Ganesha Bangun Karya saat ditanya soal apakah sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jateng, Agustinus pun mengaku tidak.

“Tidak, saya makan durian ini di pos ngancar,” kata dia melalui sambungan telfonnya.

Kepada wartawan Agustinus juga mengaku tidak tahu menau akan agenda klarifikasi yang dilakukan oleh pihak penyidik Polda Jateng tersebut.

Lanjut kata dia, perihal klarifikasi itu, ia kembali menegaskan, bahwasanya dirinya sedang makan durian di sebuah tempat di Kecamatan Tunjungan “Kurang tau, Ini saya sedang makan durian di pos ngancar kebetulan mampir,” kata dia.

Perlu diketahui, terdapat 11 perusahaan peserta lelang. Dari 11 perusahaan tersebut hanya PT. Ganesha Bangun Karya saja yang diduga mengajukan penawaran lelang, sehingga dapat mengalahkan 10 perusahaan peserta lelang yang lain.

Setelah melalui beberapa mekanisme tahapan, dari nilai pagu proyek sebesar Rp3.270.000.000 milyar, PT. Ganesha Bangun Karya berhasil memenangkan tender lelang elektronik dengan nilai penawaran sebesar Rp3.251.589.000 milyar. (S4).