Home Breaking News Putra Daerah Asal Blora, Berhasil Ciptakan Pesawat Tanpa Awak

Putra Daerah Asal Blora, Berhasil Ciptakan Pesawat Tanpa Awak

1015
0
SHARE
Penemu Drone Tanpa Awak Blora
Penemu Drone Tanpa Awak Blora

Blora, sekat.co – Putra daerah asli Kab. Blora ini kembali mengukir prestasi di kancah Nasional. Harindra Wisnu Pradana, salah satu putra terbaik yang dimiliki Kab. Blora mampu membuktikan kemampuannya dengan menciptakan pesawat tanpa awak sendiri.

Awal ketertarikan putra berprestasi lulusan SD N Tempelan Blora Th.98 ini bermula sejak duduk di bangku perkuliahan. Mengenyam pendidikan Teknik Elektro di Universitas Diponegoro Semarang, Harindra banyak mempelajari tentang dasar-dasar elektronika, sistem digital dan pemrograman mikroprosesor.

Penemu Drone Tanpa Awak Blora
Penemu Drone Tanpa Awak Blora

Pengembangan penciptaan pesawat tanpa awak bermula di pertengahan Th. 2013 di sela-sela proses menyelesaikan studi masternya di bidang Sistem Informasi, Harindra mulai mencoba melakukan berbagai eksperimen dan riset sendiri.

Komponen-komponen yang dibutuhkan mulai dia kumpulkan, dari komponen yang digunakan untuk membentuk sebuah quadcopter (istilah yang sering digunakan untuk menyebut wahana terbang dengan empat baling-baling), board arduino (chips komputer) dengan prosesor atmega 2560, dan beberapa komponen penunjang lainnya berhasil dia rangkai dan susun hingga pada akhirnya pesawat terbang dengan system kendali auto pilot (drone) berhasil dia ciptakan.

“Prosesnya panjang dan tidak sedikit pula saya mengalami kegagalan. Pernah ketika uji coba menerbangkan pesawat tiba-tiba cuaca buruk datang sehingga pesawatnya jatuh dan tidak bisa diselamatkan lagi,” tutur Harindra kepada sekat.co selasa (25/04/17).

Kegagalan demi kegagalan tidak mengurungkan semangatnya untuk terus melakukan riset dan uji coba. Sensor dan modul mulai ditambahkan, hingga pada akhirnya di Th.2016 pesawat terbang tanpa awak bisa terselesaikan pengerjaan nya. Selain bisa dikendalikan melalui remote, pesawat tersebut dapat pula di monitor dari darat serta dapat terbang dengan dipandu GPS.

“Artinya pesawat tersebut berhasil terbang secara autopilot dengan kemampuan terbang otomatis mengikuti jalur yang telah diprogram sebelumnya tanpa dikendalikan serta kembali ke titik awal setelah misi terselesaikan,” ungkapnya.

Keberhasilan Harindra dalam menciptakan pesawat dengan sistem auto pilot ini akhirnya tercium Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang kemudian membentuk sebuah tim untuk mengembangkan pesawat tanpa awak yang diberi nama Ganesha XI.

Harindra dan Tim foto bersama Ganesha XI.

Setelah melalui masa perancangan, perakitan dan konfigurasi selama tiga bulan. Pesawat tanpa awak Ganesha XI ditampilkan dihadapan KSAL Laksamana Ade Supandi pada kegiatan peringatan Hari Pendidikan TNI AL (Hardikal) bulan Mei 2017 di Ksatrian Bumimoro, Kobangdikal Surabaya. Dalam kesempatan itu pesawat dengan jarak jelajah sejauh 30 km ini menjalankan misi bantuan pengeboman dalam rangkaian simulasi serangan terhadap musuh.

Harindra juga menambakan, berbagai macam riset, uji coba serta pengembangan terhadap berbagai komponen masih terus dilakukan guna memperoleh hasil yang lebih maksimal lagi.

“Harapan nya bisa menghasilkan sebuah karya yang sangat bermanfaat untuk Republik Indonesia ini, syukur-syukur bisa bermanfaat untuk Blora tanah kelahiran saya,” tutup Harindra. (Ari Prayudhanto/TN)