Home Hukum Ratusan Buruh di Blora Sambut May Day Dengan Melakukan Aksi Unjuk Rasa

Ratusan Buruh di Blora Sambut May Day Dengan Melakukan Aksi Unjuk Rasa

339
0
SHARE

Blora, sekat.co – Ratusan buruh Pertamina berdemonstrasi memperingati Hari Buruh pada Senin, 1 Mei 2017 kemarin. Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu memulai aksi demonstrasi damai dengan melakukan konvoi dari Tuk Buntung, Kec. Cepu menuju Alun-alun Kota Blora, pada Senin (01/05/17) kemarin.

Dengan mengenakan atribut serba merah para pengunjuk rasa tiba memasuki area Alun-alun kota Blora pada jam 10.00 WIB, sebagian para peserta unjuk rasa datang dengan membawa bendera lambang organisasi mereka. Seperti bendera yang bertuliskan SPKP, KASBI, dan FSB Migas, pamflet dan ada juga yang membawa alat pengeras suara.

Ketua umum SPKP Cepu Agung Pujo Susilo menyampaikan orasinya, sudah puluhan tahun anggota serikat pekerja yang bekerja di Pertamina EP Cepu. Namun hingga saat ini tidak juga diangkat. Bahkan beberapa hak yang dijanjikan tidak pernah dipenuhi oleh pihak Pertamina EP Cepu.

”Kami ingin bukti bukan janji, penuhi hak-hak kami para pekerja. Mana bukti kesejahteraan yang merata bagi semua para pekerja,” kata Agung yang berdiri di atas mobil bak terbuka.

Melalui momentum May Day kali ini para buruh memanfaatkan untuk mengajukan beberapa tuntutan di antaranya, menuntut untuk menolak sistem PHK sepihak yang dilakukan oleh Pertamina EP Cepu, menuntut agar Pertamina menghapus sistem Kerja Sama Operasi (KSO) yang tidak konsisten, menuntut adanya jaminan sosial bukan asuransi sosial, mereka juga menuntut untuk dicabutnya Permenaker No. 36 Tahun 2016, cabut PP. No. 78 Tahun 2015 (PP Upah Murah), cabut Inpres No. 9 tahun 2013 tentang kebijakan penetapan upah minimum dalam rangka keberlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Agung selaku koordinator aksi juga berharap kepada Bupati Blora, agar dapat merespon apa yang menjadi tuntutan serta aspirasi kami para pekerja. Pasalnya, sudah tujuh bulan hak-hak normatif kami para pekerja tidak kunjung diberikan padahal ada dalam klausul kontraknya, katanya.

Setelah usai melakukan orasi, ratusan buruh SPKP membubarkan diri dengan tertib serta situasi kembali berjalan dalam keadaan aman dan kondusif. (Ari Prayudhanto/TN)