Home Breaking News Diduga Ada Indikasi Penipuan, PT. Intan Sari Persada Ada Apa Denganmu

Diduga Ada Indikasi Penipuan, PT. Intan Sari Persada Ada Apa Denganmu

7937
0
SHARE
Insert : Tampak depan kantor PT. Intan Sari Persada.

Blora, sekat.co – Belakangan ini di wilayah Kab. Blora, banyak sekali bertebaran brosur yang menawarkan pekerjaan sebagai pengelem amplop bungkus teh herbal. Brosur-brosur tersebut banyak sekali dipasang di perempatan jalan atau tempat strategis yang mudah dibaca setiap orang, bahkan beberapa kali menjadi viral di media sosial facebook akhir-akhir ini. 

“Pembuatan amplop teh herbal, 1 kotak isi 100 lembar Rp. 70.000, 10 kotak 1000 lembar Rp. 700.000, sistem setor langsung di bayar, cocok untuk pensiunan, karyawan, ibu rumah tangga dll,” kurang lebih seperti itu yang tertera di brosur.

Insert : Selebaran brosur yang beredar di masyarakat.

Jika kita lihat sekilas, brosur tersebut terlihat memberi kesan bahwa pekerjaan yang ditawarkan adalah mengelem amplop bungkus teh herbal dengan upah yang lumayan, sehingga banyak masyarakat pencari kerja yang tertarik oleh pekerjaan yang ditawarkan. Disamping upah yang lumayan, ternyata bisa juga di kerjakan dirumah.

Luar biasa sekali bahasa promosi yang di gunakan oleh PT. Intan Sari Persada yang beralamat di Jl. Halmahera No. 17 Blora, itu. Tak pelak selebaran yang telah beredar di masyarakat hampir 2 bulan ini mengundang ketertarikan tersendiri oleh para pencari kerja.

Tanpa butuh waktu lama, puluhan orang pun mulai berdatangan baik para remaja dan ibu-ibu rumah tangga untuk mendaftarkan diri di PT. Intan Sari Persada, dengan harapan mereka bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang ada di selebaran brosur tersebut.

Berdasarkan fenomena tersebut membuat tim Redaksi sekat.co mencoba untuk melakukan investigasi di lapangan. Dari hasil investigasi sementara yang telah dilakukan oleh Tim sekat.co sedikit terungkap fakta bahwa ternyata para pencari kerja tersebut di mintai uang pendaftaran dengan nominal 10.000, setelah mendaftarkan diri entah diterima kerja atau tidak mereka para pencari kerja tetap harus merogoh kocek 10.000.

Bisa dibayangkan misal dalam 1 hari ada 50 orang pelamar saja, PT. Intan Sari Persada sudah bisa meraup keuntungan Rp. 500.000. Tidak sampai disitu, berdasarkan informasi dari warga yang hendak mencoba melamar pekerjaan. Mereka mengungkapkan bahwa setelah masuk dan diterima bekerja di tempat tersebut masih di kenai biaya 250.000,- dengan dalih untuk pembuatan KTA Member.

Setelah melalui penelusuran yang mendalam ternyata tidak hanya terjadi di seputaran Kab. Blora saja, bahkan sudah melebar hingga wilayah Grobogan, Rembang dan Pati.

Dari serangkaian informasi tersebut, diduga ada unsur penipuan yang telah dilakukan oleh pihak PT. Intan Sari Persada. Indikasi dugaan penipuan tersebut mengerucut dikarenakan para pencari pekerjaan tersebut sudah mendaftar dengan mengeluarkan uang dengan nominal 10.000, akan tetapi tidak sedikit yang pulang dengan hasil yang mengecewakan dikarenakan tidak diterima bekerja di PT. Intan Sari Persada.

Bilamana indikasi dugaan penipuan tersebut terbukti, maka PT. Intan Sari Persada bisa terancam dikenai Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan Perusahaan yang memungut uang dari calon karyawan termasuk melanggar Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan. (Ari Prayudhanto/Eko Arifianto/TN)