Home Hukum Strategi dan Antisipasi Rutan Blora Dalam Membina Napi

Strategi dan Antisipasi Rutan Blora Dalam Membina Napi

565
0
SHARE
Sugito S.H selaku Kepala Keamanan Rutan Kelas II-B Blora (Eko Arifianto/ sekat.co)

Blora, sekat.co – Pasca kejadian kaburnya ratusan Napi dari Rutan Kelas II-B Sialang Bungkuk Pekanbaru Riau, Sugito S.H selaku Kepala Keamanan Rutan Kelas II-B Blora ikut angkat bicara mengenai kejadian tersebut.

Kejadian yang telah mengakibatkan dicopotnya Kepala Rutan Teguh Trihatmanto itu terjadi pada Jum’at (5/05/17) lalu. Bukan tanpa sebab, sebanyak 448 napi telah berhasil kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Sugito menuturkan, kaburnya napi di Pekanbaru terjadi karena ada beberapa faktor, salah satunya faktor utama karena melebihi kapasitas penghuni.

“Seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan, tapi kenyataannya berisi 1.870 orang,” tutur Sugito.

Sugito mengatakan, berdasarkan pengalaman serta kejadian demi kejadian tentang kaburnya beberapa Napi yang ada di Rutan/Lapas, pihaknya selaku petugas Pemasyarakatan di Rutan Blora berusaha semaksimal mungkin untuk mengantisipasinya.

“Kita mencoba memenuhi kebutuhan mendasar yang digunakan oleh para Napi, mulai dari kebutuhan air bersih hingga penyediaan MCK yang memadai dan layak untuk 226 Napi di sini. Semaksimalnya kita penuhi,” katanya.

Sugito juga mengungkapkan, selain memenuhi kebutuhan mendasar bagi para Napi, kami juga berusaha melakukan pendekatan secara persuasif kepada para Napi. Selain itu kami juga berusaha memberikan kegiatan yang sifatnya teragenda dan wajib dilaksanakan setiap hari. Seperti olahraga, kerohaniahan, serta kegiatan-kegiatan yang sifatnya penyuluhan dan pembekalan kemandirian.

“Harapannya dengan adanya serangkaian kegiatan tersebut, para Napi bisa menjadi lebih tenang dan suasana bisa lebih kondusif,” ujarnya.

Belum lagi program yang telah dicanangkan oleh Kalapas Rutan Kelas II-B Blora, Yhoga Aditya Ruswanto mengenai “Pesantren Di Dalam Rutan” ini gebrakan yang bagus sekali, dan dampaknya untuk para penghuni Rutan di sini juga lebih terasa.

“Program Pesantren Di Dalam Rutan rencananya sebelum Ramadhan besok sudah kita jalankan, dengan begitu semoga ke depannya Rutan Kelas II-B Blora ini semakin aman dan kondusif, serta berhasil mencetak dari Napi menjadi santri jika telah usai menjalankan masa hukuman di sini,” tutup Sugito.(Ari Prayudhanto/Eko Arifianto/TN)