Home Religi Sepenggal Hikmah Dari Peristiwa Isra’ Mi’raj

Sepenggal Hikmah Dari Peristiwa Isra’ Mi’raj

330
0
SHARE
Isra Miraj
Isra Miraj

Blora, sekat.co – Salah satu peristiwa besar yang menjadi tonggak bangkitnya umat Islam adalah Isra’ Mi’raj. Adalah sebuah fenomena kenabian yang mendapat pertentangan dari kaum kafir Quraisy yang membatasi iman pada kolom realistis saja, sementara keimanan itu seharusnya sifat tunduk, patuh pada apa yang diperintahkan oleh nabi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti yang tertulis di dalam Kitabullah.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. Al Anfaal : 2-3)

Mengenai iman banyak sekali definisi yang bisa kita temukan di Al-Qur’an maupun hadist, salah satunya terdapat pada shahih Bukhari 48 yang berbunyi :

“Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit.”

Isra’ dan Mi’raj adalah dua peristiwa agung yang terjadi dalam satu malam. Peristiwa tersebut adalah digerakkannya Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT untuk menempuh perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha dan perjalanan ke Sidratul Muntaha untuk mendapatkan wahyu secara langsung dari Allah. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra’:1)

Peristiwa Isra’ Mi’raj ini telah menjadi sebuah peristiwa yang menyaring umat Islam pada saat itu. Betapa pertentangan antara logika dan iman itu menyeruak seolah logika dan iman adalah perkara yang tidak bisa disatukan dalam beragama. Sehingga terdapat berbagai kisah menarik mengiringi penyampaian risalah tersebut.

Namun satu hal yang di kemudian hari menjadi sebuah tradisi yang mendefinisikan manusia sebagai umat muslim adalah perintah mengerjakan sholat lima waktu yang didapat nabi dari peristiwa Mi’raj. Hakekat sholat lima waktu ini adalah mengingat dan menyadari akan keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga melalui tradisi sholat lima waktu dan berzikir, manusia bisa terhindar dari hal buruk yang berdampak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sholat juga diharapkan bisa menjadi salah satu media yang memupuk kesalehan insan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan tradisi shalat bisa menciptakan tatanan masyarakat yang beradab dan penuh kedamaian.

Maka sebab inilah peristiwa Isra’ Mi’raj itu menjadi peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam, berawal dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah menjadi peristiwa yang membentuk umat muslim menjadi umat yang berkarakter dan bisa didefinisikan. Mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj dan perintah shalat ini terdapat di kitab Hadist Bukhari 336.

Dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini, kita umat Islam telah mewarisi sebuah tradisi atau rumusan cara membentuk sebuah peradaban yang baik, sebab sholat juga bisa dimaknai tradisi menjaga kebersihan. Sudah seharusnya kita sebagai umat muslim meyakini pada peristiwa Isra’ Mi’raj ini, selain terabadikan di dalam Al quran, makna dan hakekat dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini sudah banyak diungkap oleh para ulama dan arti pentingnya sholat dalam membingkai umat muslim sebagai umat yang wahid secara fundamental seharusnya mampu kita cerna dan taati agar tercipta civilized society yang menjadi cita-cita hakiki semua manusia. (Aang Kartika/TN)

Isra Miraj
Isra Miraj