Home Hukum & Kriminal Petugas Gabungan Bongkar, Ratusan Kayu Jati Diduga Hasil Pencurian di Blora

Petugas Gabungan Bongkar, Ratusan Kayu Jati Diduga Hasil Pencurian di Blora

317
0
SHARE

Blora, sekat.co – Praktek usaha pencurian kayu milik negara kembali dapat diungkap oleh petugas Gabungan di Kab. Blora. Dugaan praktek pencurian kali ini terjadi di Dk. Bumirejo, Ds. Jegong, Kec. Jati Kab. Blora, pada Minggu (14/05/17) siang tadi.

Tidak tanggung-tanggung, petugas gabungan Polisi Hutan (Polhut) Perhutani dari Resort Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, bersama Polsek Jati, berhasil menemukan ratusan batang kayu jati dengan berbagai ukuran yang diduga didapat dari hasil pencurian.

Adalah Parman warga Dk. Bumirejo, Ds. Jegong, Kec. Jati Kab. Blora, merupakan sang pemilik rumah tempat di mana 130 batang kayu jati olahan dengan berbagai ukuran tersebut berhasil ditemukan oleh petugas gabungan.

Insert : Ratusan kayu yang berhasil disita petugas.

Kapolsek Jati, AKP Sugito membenarkan adanya temuan 130 batang kayu jati olahan di salah satu gudang rumah milik Parman oleh petugas gabungan. Sugito juga menyayangkan pada saat petugas datang, Parman pemilik rumah di mana ratusan kayu jati olahan tersebut ditemukan sedang tidak berada ditempat.

“Kami tetap mengamankan ratusan kayu yang ditemukan di dalam gudang milik Parman. Untuk sementara sebanyak 130 batang kayu tersebut kita sita, guna kepentingan penyelidikan,” kata AKP Sugito.

Sugito juga menyesalkan, maraknya aktifitas pencurian kayu yang terjadi belakangan ini tidak luput dari minimnya kesadaran para pelaku tentang dampak dan bahayanya yang terjadi bagi lingkungan.

“Kita semua tidak mau jika nanti hutan habis tanpa diimbangi reboisasi, karena pasti akan timbul banyak bencana dan yang pasti akan menimbulkan kerugian, karena ini adalah aset negara dan juga bisa menimbulkan bencana alam,” ungkapnya, dikutip dari laman Polres Blora.

Sugito menambahkan bahwa patroli gabungan ini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan di kawasan hutan dan sebagai langkah pasti guna mencegah terjadinya tindak kejahatan dan pengrusakan hutan.

“Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk peduli terhadap kelestarian hutan, ini semua demi masa depan anak cucu kita nantinya,” pungkasnya.(Ari Prayudhanto/TN)