Home Hukum & Kriminal DPO Kasus Penyelewengan Dana Bansos Dibekuk Polisi

DPO Kasus Penyelewengan Dana Bansos Dibekuk Polisi

293
0
SHARE

Blora, sekat.co – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora berhasil menangkap satu orang tersangka DPO kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) unit pengolahan pupuk organik (UPPO) untuk kelompok tani “Langgeng” Dukuh Tambaklulang Ds. Banjarejo, Kec. Banjarejo, Kabupaten Blora tahun 2013 lalu.

Tersangka yang diketahui bernama Sungkono Als Gandi (37), warga Dk. Tambaklulang Ds. Banjarejo, Kec. Banjarejo, Kab. Blora, telah menjadi DPO selama 1 tahun lebih terhitung sejak tanggal (25/01/16) lalu. Tersangka Sungkono berhasil dibekuk petugas ditempat persembunyiannya yang terletak di Kelurahan Cikiwul, Kec. Bantargebang, Kab. Bekasi Jawa Barat pada (18/05/17) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi menuturkan, penangkapan atas tersangka Sungkono dikarenakan telah menyelewengkan dana bansos unit pengolahan pupuk organik, sehingga negara mengalami kerugian mencapai Rp.123.652.000,- (seratus dua puluh tiga juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah).

“Nominal angka Rp.123.652.000,- tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh tim ahli dalam hal ini auditor BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.” Ungkapnya.

AKP Heri mengatakan, cara yang dilakukan tersangka Sungkono dalam melakukan tindak pidana korupsi tersebut adalah, setelah dana Bansos UPPO sebesar Rp. 186.000.000,- (seratus delapan puluh enam juta rupiah) tersebut masuk ke rekening kelompok tani langgeng selanjutnya diambil dalam 3 (tiga) kali pencairan yaitu sebagai berikut :

Pada tanggal 19 Desember 2013 dengan nilai sebesar Rp. 56.000.000,- (lima puluh enam juta rupiah).
Pada tanggal 15 Januari 2014 dengan nilai sebesar Rp. 93.000.000,- (sembilan puluh tiga juta rupiah).
Pada tanggal 26 Februari 2014 dengan nilai sebesar Rp. 37.000.000,- (tiga puluh tujuh juta rupiah).

Selanjutnya dana yang telah dicairkan oleh tersangka dan bendahara Sdr. Juwanto tersebut digunakan oleh tersangka untuk membangun kandang sapi. kemudian dibelikan 6 (enam) ekor sapi betina, akan tetapi setelah dipelihara kurang lebih 3 bulan sebanyak 3 (tiga) ekor sapi telah dijual oleh tersangka, dan 3 (tiga) ekor lagi diambil pemiliknya dengan alasan belum dibayar tersangka. Sedangkan dana yang seharusnya untuk pembelian kendaraan roda tiga serta mesin pencacah tersebut juga tidak dibelanjakannya, dikutip dari laman Polres Blora.

AKP Heri juga menegaskan,”Tersangka Sungkono dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001.” Pungkasnya.(Ari Prayudhanto/TN)