Home Hukum Polres Gandeng Satpol PP Gelar Penyuluhan Bahaya Miras dan Narkoba Ke PSK

Polres Gandeng Satpol PP Gelar Penyuluhan Bahaya Miras dan Narkoba Ke PSK

318
0
SHARE

BLORA, sekat.co – Semenjak diberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Blora Nomor 08 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. Sat Narkoba Kepolisian Polres Blora bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Blora gentol melakukan penyuluhan pencegahan dan penggunaan minuman keras (Miras) dan narkoba.

Kali ini, penyuluhan diberikan kepada Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi kampung baru dukuh kemloko RT 001/RW 004 Desa Geneng Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Kabid penegakan perundang-undangan daerah Satpol PP Blora Suripto mengatakan, bahwa di Kabupaten Blora ini telah diberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Blora Nomor 08 Tahun 2017 tentang perubahan atas perda Kabupaten Blora Nomor 07 Tahun 2015 Tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. Selasa (23/05/17) yang lalu.

“Apabila ada yang berjualan Minuman Keras tanpa ijin maka melanggar Perda nomor 8 tahun 2017 dengan sangsi pidana penjara 3 bulan denda 15 juta rupiah,” tegas Suripto.

Suripto menambahkan bahwa untuk Perda nomor 5 tahun 2017 tentang pariwisata, terkait pendirian tempat karaoke, syarat utama mendirikan tempat karaoke minimal 1000 meter dari pemukiman penduduk. Waktu buka tempat karaoke pada hari biasa buka pukul 15.00 sampai 23.00 WIB, hari Sabtu dan Minggu pukul 14.00 hingga 24.00 WIB, dan semua tempat karaoke pada bulan puasa ramadhan harus libur.

“Jadi kalau ada yang melanggar Perda nomor 5 tahun 2017, dipidana penjara selama 3 bulan denda sebesar 25 juta rupiah,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan menjelaskan bahwa maraknya narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi generasi muda saat ini.

Menurutnya, masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. (Ari Prayudhanto/TN)