Home Hukum & Kriminal Asik Pesta Sabu, Satu Orang Warga Magetan Diringkus

Asik Pesta Sabu, Satu Orang Warga Magetan Diringkus

288
0
SHARE
Asik Pesta Sabu
Asik Pesta Sabu

Blora, sekat.co – Sedang asyik menggelar pesta sabu-sabu, Joko Priyono (40) Warga Ds. Karasan, Kec. Kartoharjo, Kab. Magetan Jatim kemarin Jum’at (21/04/17) diringkus oleh Satres Narkoba Polres Blora sekitar Jam 17.30 WIB.

Tersangka dibekuk di rumah salah seorang temannya yang berinisial (H) yang beralamatkan di Gang Karohman, No. 112 Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Pada saat terjadi penggrebekan Jum’at sore oleh polisi, tuan rumah berhasil mengecoh polisi dan lolos dari sergapan petugas.

Asik Pesta Sabu
Asik Pesta Sabu

“Kita masih terus melakukan pengejaran terhadap Sdr (H) yang memang saat ini masih buron, untuk tersangka Joko Priyono sendiri masih kita dalami dan kembangkan, siapa yang memasok barang haram tersebut kepada tersangka,” kata Kepala Satres Narkoba AKP Suparlan kepada Ari Prayudhanto, dari sekat.co pada senin (24/04/17).

Dari tangan Joko Priyono, Polisi berhasil menyita 1 paket plastik kecil kristal bening yang berisi sabu-sabu, sabu-sabu yang sudah digunakan dalam pirek kaca warna bening, uang tunai sebesar Rp. 1.800.000,- , 2 HP merk nokia dan Samsung, serta 1 buah korek gas warna kuning.

“Ini sudah ke-4 kalinya tersangka berurusan dengan Polisi. Kasusnya pun berbeda-beda, mulai dari curanmor hingga narkoba, bahkan pernah mendekam selama 4,5 tahun di Lapas Nusa Kambangan karena terjerat kasus Narkoba jenis putau,” ungkap AKP Suparlan.

Penyidik masih terus berusaha mendalami dan menyelidiki, mengingat tersangka Joko Priyono baru saja keluar dari penjara 3 bulan yang lalu. Dan sempat beberapa kali menemui rekan-rekannya yang berada di wilayah Kab. Blora.

“Kuat dugaan tersangka ini merupakan sindikat jaringan baru yang hendak masuk ke Wilayah Blora, mengingat track record yang dimiliki oleh tersangka sudah bisa dikategorikan residivis kelas kakap,” kata Suparlan.

Atas perbuatannya Joko Priyono akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 Ayat (1) subs pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara,” tegas AKP Suparlan. (Ari Prayudhanto/TN)