Home Hukum Kasatlantas Menjawab Maraknya Fenomena Tilang di Kab. Blora

Kasatlantas Menjawab Maraknya Fenomena Tilang di Kab. Blora

379
0
SHARE

Blora, sekat.co – Selama dua pekan lebih pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi operasi “Ramadniya 2017” yang telah usai dilaksanakan di wilayah hukum Polres Blora baru-baru ini, menghasilkan jumlah penindakan pelanggar lalu lintas meningkat sekitar 940 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pelanggaran tersebut ditangani dalam dua bentuk penindakan, yaitu tilang serta teguran.

“Pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ramadniya 2017 digelar, sudah tercatat sebanyak 1.082 pelanggaran, sedangkan tahun lalu hanya 104 pelanggaran. Jadi tahun ini ada kenaikan sebanyak 978 pelanggaran atau sekitar 940 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Kasatlantas Polres Blora AKP Febriyani Aer kepada Redaksi sekat.co, Kamis (6/07).

AKP Febriyani kembali melanjutkan, Operasi dalam rangka pengamanan kegiatan Idul Fitri 1438 Hijriah tersebut dilaksanakan selama 16 hari, dari 19 Juni sampai dengan 4 Juli 2017, digelar guna memudahkan para pengendara yang hendak melakukan tradisi mudik pada saat lebaran. Terbukti angka laka lantas untuk tahun ini menurun sejumlah 46 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 28 kejadian menjadi 15, turun 13 kejadian dan untuk korban meninggal dunia nihil.

“Kami berusaha semaksimalnya untuk menjamin baik dari segi keamanan serta kenyamanan para pengendara. Terbukti kan, dengan adanya operasi rutin yang kami lakukan, angka kejadian laka lantas menurun,” ungkapnya.

AKP Febriyani juga menjawab opini yang berkembang dimasyarakat tentang maraknya penindakan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Lalulintas yang terjadi akhir-akhir ini, dilakukan oleh pihaknya bukan tanpa sebab. Semua penindakan dilakukan guna untuk menekan angka kejadian laka lantas di jalan dan dengan harapan masyarakat di Kab. Blora bisa lebih tertib dalam berkendaraan.

“Kami memang tidak akan mengenal lelah untuk terus mengingatkan masyarakat, agar selalu mengutamakan keselamatan serta tertib dalam berkendara. Coba kita bayangkan, kalau angka kejadian laka lantas di Kab. Blora cenderung naik, siapa yang dirugikan? kan para pengguna kendaraan itu sendiri,” tukasnya.

Febriyani juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab. Blora untuk membuang jauh-jauh pemikiran negative mengenai penindakan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Blora. Dalam hal ini Satlantas Polres Blora sedang berusaha mewujudkan serta menumbuhkan budaya tertib dalam berkendara sehingga dampaknya dapat dirasakan bagi para pengguna jalan itu sendiri serta para pengguna jalan yang lain.

“Utamanya dalam hal penindakan tersebut, kami mengacu pada peraturan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jika sudah berbicara dengan yang namanya keselamatan pengguna jalan, terus terang saya tidak akan segan-segan menindak tegas terhadap para pengguna jalan yang masih bandel ya. Karena dampaknya tidak terjadi pada diri mereka sendiri, tetapi bisa juga berimbas kepada para pengguna jalan yang lain. Yang perlu kita ketahui bersama, faktor utama timbul kejadian laka lantas ya dari kelalaian para pengguna jalan itu sendiri,” tegasnya.

Febriyani kembali menampik mengenai dugaan praktik pungli yang dilakukan oleh anggotanya ketika melakukan penindakan dilapangan, karena sekarang pihak Satlantas Polres Blora sudah menerapkan proses E-Tilang, dimana proses tersebut lebih jelas dan transparan. Berikutnya bagi pelanggar yang tidak mau mengikuti proses E-Tilang, juga bisa mengikuti proses sidang di Pengadilan Negeri setempat.

“Saya berani menjamin tidak ada anggota yang berani melakukan pungli di jalan, apalagi semenjak diterapkannya aplikasi E-Tilang. Sekarang sudah tidak zamannya lagi ‘uang damai’ ketika ada para pelanggar yang ditindak oleh petugas. Kami sudah berubah, mas, dan Insha Allah sudah kami buktikan. Apabila tetap ada oknum anggota kami yang nekad melakukan hal tersebut (pungli.red) tolong catat namanya dan laporkan langsung ke saya,” pungkasnya.(Ari Prayudhanto/TN).