Home Hukum & Kriminal Satreskrim Polres Blora Gelar Press Release Kasus Korupsi Dana Bansos UPPO

Satreskrim Polres Blora Gelar Press Release Kasus Korupsi Dana Bansos UPPO

370
0
SHARE

Blora, sekat.co – Kepala Kepolisian Resor Blora, AKBP Saptono, S.I.K. M.H, Kamis (13/07) pukul 10.00 WIB, memimpin Press Release Hasil Ungkap Kasus tindak pidana korupsi penyelewengan dana Bantuan Sosial (bansos) unit pengolahan pupuk organik (UPPO) untuk kelompok tani “Langgeng” Dukuh Tambaklulang Ds. Banjarejo, Kec. Banjarejo, Kabupaten Blora yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

AKBP Saptono mengatakan, Satuan Reskrim Polres Blora telah berhasil membekuk tersangka yang diketahui bernama Sungkono Als Gandi (44), warga Dk. Tambaklulang Ds. Banjarejo, Kec. Banjarejo, Kab. Blora, dimana tersangka telah menjadi DPO selama 1 tahun lebih terhitung sejak tanggal (25/01/16) lalu.

Kapolres menambahkan, tersangka Sungkono berhasil dibekuk oleh petugas ditempat persembunyiannya yang terletak di Kelurahan Cikiwul, Kec. Bantargebang, Kab. Bekasi Jawa Barat pada (18/05/17).

“Untuk tersangka Sungkono ini termasuk pergerakannya sangat licin, dan sering berpindah-pindah tempat. Sempat bersembunyi di Lampung, Kalimantan hingga terakhir berada di wilayah Bekasi,” ujar AKBP Saptono, kepada redaksi sekat.co pada Kamis (13/07) pagi tadi.

AKBP Saptono kembali menuturkan, atas perbuatan tindak pidana korupsi penyelewengan dana bansos UPPO yang dilakukan oleh tersangka Sungkono, negara mengalami kerugian sebesar Rp.123.652.000,- (seratus dua puluh tiga juta enam ratus lima puluh dua ribu rupiah).

“Nominal angka tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan auditor BPKP Perwakilan provinsi Jawa Tengah, dari total dana yang diterima oleh tersangka sejumlah Rp. 186.000.000,- yang masuk ke rekening kelompok tani “Langgeng”, oleh tersangka diselewengkan sebesar Rp.123.652.000,-” ungkap AKBP Saptono.

AKBP Saptono juga mengatakan, dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang meliputi: dokument proposal pengajuan, bukti audit BPKP, dokument SK dan Perjanjian serta buku rekening. Sedangkan untuk nominal uang Rp.123.652.000,- sudah habis untuk membayar hutang dan untuk kebutuhan sehari-hari terangka.

“Atas perbuatannya tersangka Sungkono akan dijerat dengan pasal 2, 3 UU RI NO. 31 Thn 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Thn 2001 dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun,” pungkas AKBP Saptono.(Ari Prayudhanto/TN).