Home Hukum & Kriminal Polisi Berhasil Meringkus Penjual Jamu Ilegal Dengan Berbagai Merek di Blora

Polisi Berhasil Meringkus Penjual Jamu Ilegal Dengan Berbagai Merek di Blora

544
0
SHARE

Blora, sekat.co – Satuan Reserse Narkoba Polres Blora, menangkap tiga orang penjual jamu yang kedapatan sedang mengedarkan dan menjual obat ilegal tanpa dilengkapi label Departemen Kesehatan dan BPOM.

“Penangkapan ke tiga pelaku tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan. Terbukti ke tiganya menjual obat ilegal di warung tempatnya menjual jamu,” ungkap Kasat Narkoba AKP Suparlan.

AKP Suparlan mengatakan, saat dilakukan penyelidikan Kamis sore kemarin sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga pelaku sedang terbukti kedapatan menjual jamu di warung depan rumahnya.

Adapun identitas pelaku adalah: Maskudi (56), alamat Jl. Mr. Iskandar Kelurahan Jetis Kec/Kab. Blora, Endah Sriwahyuni (46) alamat Ds. Brumbung Kec. Jepon, Kab. Blora, kemudian Retno herawati (54) alamat Ds. Brumbung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Suparlan kembali menambahkan, saat hendak dilakukan penangkapan di warung tempat para tersangka menjual obat. Obat tanpa izin (ilegal) itu ternyata disembunyikan dan berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian ketika melakukan penyamaran dengan cara berpura-pura membeli obat tersebut.

“Ke tiganya ditangkap di tempat yang berbeda. Pelaku kami tangkap setelah anggota melakukan penyamaran dengan cara berpura-pura membeli jamu di warungnya,” ujar AKP Suparlan, Jumat (14/7).

Dari hasil penangkapan tersebut, Sat Res Narkoba Polres Blora berhasil menyita ratusan obat/jamu ilegal dengan berbagai merk di antaranya :

125 sachet pil dan kapsul merek flu tulang kecetit, 5 sachet obat spesial pil dengkul, 40 sachet obat merek asam urat, 40 sachet obat merek gatal prima, 17 dus kecil yang berisi 51 sachet obat kuat merek africa black Ant, 42 dus kecil obat kuat merek pak kumis, 120 sachet obat bentuk pil super kecetit, 40 dus kecil obat bentuk kapsul merek wantong pegelinu, 24 dus kecil obat kuat merek gatot kaca, 39 dus kecil obat kuat merek urat madu, 18 dus kecil obat merek xian Ling untuk asam urat, 9 dus kecil obat kuat merek X strong, 26 renteng pil Sbm, dan 1 unit Handphone nokia hitam dengan no simcard 082242945xxx, serta sejumlah uang tunai Rp. 500.000 ( lima ratus ribu rupiah), 16 box pirocam 20 mg, 14 botol sodium bicarbonate, 1 botol fimestan 500 mg, 2 botol B12 50 mcg, 1030 butir selesfen 100 mg, 700 butir pacetik 500 mg, 1 botol (1000 butir) fita mi ol 500 mg, 1 botol ( 1000 butir) paracetamol 500 mg, 1050 butir Ctm 4 mg, 2 botol ( 1400 butir) losman/ jamu sakit pinggang, 56 butir alleron 4 mg, 500 butir tablet lerzinhcl 2 mg, 50 butir novadex 0,5 mg, 1,5 kg pil hitam sepat, 1 buah buku penjualan warna ungu, 7 lembar faktur pembelian obat dari apotik Waluyo Jati – Kediri.

“Saat ini ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan guna pengembangan kasus dan proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasat Narkoba AKP Suparlan.

Hasil penyidikan sementara tersangka dijerat dengan pasal primer pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subs pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.(Ari Prayudhanto/ TN)