Home Breaking News Geliat Pondok Pesantren Taubatan Nasuha Rutan Blora

Geliat Pondok Pesantren Taubatan Nasuha Rutan Blora

524
0
SHARE
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Blora, Dra. Ani Mardijah H (Eko Arifianto/ sekat.co)

Blora, sekat.co – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Blora Jawa Tengah segera akan melanching peresmian sarana dan prasarana Pondok Pesantren Taubatan Nasuha. Tujuan didirikannya pondok pesantren ini adalah sebagai wadah untuk membina para tahanan dengan pembelajaran agama. Begitu yang dikatakan oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Blora, Dra. Ani Mardijah H tadi siang, Jumat, (14/7/2017) .

“Namanya Pondok Pesantren Taubatan Nasuha. Tidak seperti jaman dahulu, untuk memberikan penyadaran sekarang kita melakukan pendekatan ke warga binaan dari hati ke hati. Salah satunya lewat pembelajaran agama. Kegiatan di pondok pesantren ini sudah berjalan, termasuk pada bulan Ramadhan lalu. Beberapa di antaranya adalah belajar huruf Arab, baca dan tadarus Al Qur’an, sholat wajib dan sunnah berjamaah, dzikir, baca Yasin dan tahlil, Al-Barzanji dan Asma’ul Qusna. Selain itu rencana ada kegiatan rebana dan hadrah juga,” kata Ani Mardijah.

Taubat nasuha adalah tobat yang semurni-murninya, yaitu kembalinya seseorang dari perilaku tidak baik ke perilaku yang baik seperti yang diperintahkan Allah. Taubat nasuha adalah tobat dari dosa yang diperbuat saat ini, menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya pada masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi pada masa mendatang.

Seorang muslim wajib bertaubat nasuha atas dosa yang telah dilakukannya

Ani juga menjelaskan bahwa Rutan Blora saat ini terbuka melakukan kerjasama dengan pihak luar demi terwujudnya tujuan yang baik tersebut.

“Kami juga akan melakukan kerjasama dengan pihak luar, seperti Pertamina, Perhutani, dll untuk pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pondok pesantren ini. Kebutuhan sarana dan prasarana itu seperti pengadaan perlengkapan sholat, kitab dan buku-buku agama dan juga peralatan rebana,” terang Ani.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora juga cukup berapresiasi dengan pendirian pondok pesantren di kawasan rutan Blora ini. Hal tersebut dibuktikan dengan mengirimkan tenaga penyuluh PNS dan non-PNS untuk memberikan penyuluhan kepada warga binaan yang ada.

“Biasanya dari Kementerian Agama Kabupaten Blora datang untuk memberikan penyuluhan dan ceramah. Tapi bila tidak dapat hadir karena berhalangan, maka dari warga binaan akan secara sadar menggantikannya,” terang Ani.

Terkait dengan konsep, kegiatan dan harapan dari didirikannya pondok pesantren ini, Kepala Rumah Tahanan Negara Blora Yhoga Aditya Ruswanto, A. Md., IP., S.H., M.Hum., sewaktu dikonfirmasi Jum’at, (14/7/2017) ternyata sedang tidak berada di tempat sebab sedang cuti pulang ke Magetan untuk istrinya yang melahirkan anak yang ke-4. Begitu juga di tempat terpisah, Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si., di mana dalam susunan kepengurusan Pondok Pesantren Taubatan Nasuha ini sebagai Pelindung, sampai berita ini diluncurkan, belum membalas konfirmasi SMS yang dikirimkan oleh wartawan sekat.co lewat asistennya.

Kepala Keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Kabupaten Blora Sugito S.H., sempat menjelaskan bahwa kondisi rutan saat ini dihuni oleh 228 orang warga binaan dari berbagai kasus pidana, dengan rincian 224 orang tahanan laki-laki dan 4 orang sisanya merupakan tahanan perempuan.

Siang itu cukup terik, namun terlihat persiapan sholat Jum’at berjamaah warga-warga binaan sekaligus santri-santri Pondok Pesantren Taubatan Nasuha yang berada di Masjid At-Taubah Rutan Kabupaten Blora terlihat juga cukup khidmat.  (Eko Arifianto/ TN)