Home Pemerintahan Bupati Cetuskan Pembangunan SLB di Wilayah Blora Selatan

Bupati Cetuskan Pembangunan SLB di Wilayah Blora Selatan

282
0
SHARE

Blora, sekat.co – Pemerataan layanan pendidikan dasar semakin terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Blora agar dapat segera terwujud. Tidak hanya sekolah berkategori umum saja, akan tetapi Pemkab juga memberikan perhatian kepada sekolah anak-anak berkebutuhan khusus atau yang lebih dikenal Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hal tersebut disampaikan Bupati Djoko Nugroho pada saat menghadiri kegiatan Pembinaan dan Halal Bihalal Guru serta Karyawan SLB/SDLB se eks Karesidenan Pati di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (19/7/2017).

Djoko Nugroho menggagas, untuk pembangunan SLB di wilayah Randublatung, ke depan diharapkan mampu memfasilitasi pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Blora Selatan.

“Saya ingin sebelum masa jabatan saya selesai di tahun 2021 nanti, dalam kurun waktu dua tahun ke depan bisa membangun satu lagi SLB di Blora Selatan agar anak-anak berkebutuhan khusus di sana bisa ikut mengenyam pendidikan. Tolong Dinas Pendidikan mulai segera merencanakannya,” tegas Bupati.

Bukan tanpa sebab, menurut Bupati hingga saat ini SLB atau SDLB Negeri di Kabupaten Blora hanya ada di Jepon dan Kunduran saja. Sehingga sulit dijangkau oleh anak-anak yang berada di daerah Randublatung, Kradenan, Doplang dan sekitarnya.

“Tidak ada anak yang minta dilahirkan dalam keadaan berkebutuhan khusus. Semuanya adalah kehendak Tuhan dengan segala kuasanya. Sudah seharusnya anak-anak ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperoleh pendidikan yang sama,” ungkapnya.

Djoko Nugroho kembali mengatakan, jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di wilayah eks Karesidenan Pati, menurut Bupati Djoko Nugroho, Blora ini adalah anak ragil atau anak terakhir yang sedang berusaha sekuat tenaga mengejar kemajuan kakak-kakaknya.

“Letak Blora yang berada di jalur tengah memang jauh tertinggal dengan kabupaten Kudus, Jepara, Pati dan Rembang yang berada di jalur nasional sejak lama. Kini seiring dengan ditetapkannya jalur Rembang-Blora-Cepu menjadi jalan nasional diharapkan akses pendidikan juga semakin melebar,” ucapnya.

Djoko Nugroho juga memberikan motivasi kepada guru-guru SLB agar tetap semangat mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Ia lantas memberikan contoh bahwa keberhasilan mendidik anak-anak untuk menjadi tentara, polisi atau dokter itu sudah biasa jika kondisinya normal. Namun keberhasilan mendidik anak berkebutuhan khusus untuk bisa berprestasi sesuai kemampuan dirinya itu justru yang luar biasa.

“Jenengan (anda-Red) semua harus yakin dan percaya diri bahwa yang jenengan ajarkan sungguh mulia. Insyaallah ini adalah jalan anda menuju surga. Jangan minder atau malu ketika menjadi guru SLB,” pungkasnya. (Ari Prayudhanto/ TN).