Home Breaking News Blora, Dinyatakan Darurat Narkoba

Blora, Dinyatakan Darurat Narkoba

629
0
SHARE

Blora, sekat.co – Blora, kota yang dikenal dengan julukan kota sate ini, oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Blora dinyatakan 80 persen sudah terindikasi narkoba dan masuk menjadi salah satu kota yang rawan akan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Pernyataan yang keluar dari Kasat Narkoba Polres Blora tersebut bukan tanpa alasan. Berbagai pengungkapan kasus yang telah dilakukan oleh Sat Res Narkoba dalam hal peredaran narkotika berjenis sabu-sabu saja, untuk Kab. Blora setiap bulannya mendapatkan 1/2 kg suplai sabu-sabu siap diedarkan dari para bandar narkoba.

“Saya bicara fakta, dan data tersebut insyaallah akurat. Salah satu data yang berhasil kami dapatkan adalah, dari hasil pengembangan kasus para bandar narkoba yang telah berhasil kami tangkap,” ungkap AKP Suparlan kepada redaksi sekat.co Kamis (21/7) kemarin.

AKP Suparlan kembali menambahkan, para bandar dan pengedar barang haram tersebut mengaku, kota Blora disinyalir merupakan lahan basah dan sudah masuk dalam target bidikan peredaran narkotika oleh para sindikat jaringan lintas provinsi.

“Tentu melihat realita tersebut, kita tidak boleh tinggal diam dan cukup hanya berpangku tangan. Jangan sampai narkoba masuk kedalam lingkungan keluarga kita. Oleh karena itu marilah kita semua nyatakan perang terhadap narkoba,” imbuhnya.

Lanjut kata dia, berdasarkan catatan Satres Narkoba Polres Blora di sepanjang tahun 2016, setidaknya polisi berhasil mengungkap 17 kasus dengan 33 tersangka. Meski demikian, semua itu belum bisa menjadi acuan untuk kategori aman. Karena rata-rata di antaranya merupakan sindikat pengedar jaringan baru yang masuk di Blora.

“Di situ saya sangat berharap peran serta masyarakat untuk membantu kami, baik berbentuk informasi ataupun dukungan. Semua ini demi anak cucu kita nanti. Kalau tidak dimulai dari sekarang, lalu kapan lagi?” katanya.

Dirinya kembali menegaskan, dengan 500 gr/tahun narkoba berjenis sabu-sabu yang masuk di Blora sudah mampu merusak mental para generasi muda yang ada di Blora. Apalagi kalau sudah sampai merambah hingga tingkat pelajar, bisa sangat membahayakan sekali.

“Coba kita pakai hitung-hitungan dari segi kerugian materi, misal 1gr narkoba jenis sabu-sabu seharga Rp.3.000.000,- x 500 gr sudah mencapai 1,5 milyar/tahun uang yang harus terbuang sia-sia. Belum lagi dampak mental dan psikologis para pecandunya, bisa sangat merusak sekali ini,” tegas Suparlan.

Suparlan kembali menuturkan, banyak cara serta jalan yang bisa ditempuh demi memberantas dan memerangi narkoba, semisal dengan cara jalan rehabilitasi. Bila ada di lingkungan keluarga kita seorang pecandu yang masuk kategori belum cukup umur, maka bisa diantar serta didampingi orang tua atau keluarga untuk lapor ke kantor Satres Narkoba Polres Blora. Di sana baik data serta identitas akan kami rahasiakan. Kemudian bagi para pecandu yang meminta untuk rehabilitasi disitu juga tidak akan dikenakan proses hukum.

“Deteksi sedini mungkin, dimulai dari lingkungan keluarga kita sendiri. Jika ingin direhabilitasi maka jangan ragu untuk datang dan lapor ke kantor Sat Res Narkoba Polres Blora, tidak akan kami tangkap karena kita mengacu kepada UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika agar pengguna narkotika tetap direhabilitasi,” pungkasnya. (Ari Prayudhanto/ TN).