Home Breaking News Sepenggal Kisah Sahabat di Hari Anak Nasional

Sepenggal Kisah Sahabat di Hari Anak Nasional

397
0
SHARE

Blora, sekat.co – Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu. Sahabat adalah dia yang tahu apa yang dia miliki ketika bersamamu, bukan dia yang menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.

Cerita mengenai persahabatan ini mungkin telah digambarkan oleh kedua orang anak yang hidup di sebuah panti asuhan Yayasan Anugrah Baythesda yang berada di Jl. Gunung Lawu No.91 A Blora.

Keduanya adalah Putri dan Ribut Eko Prasetyo. Kedua anak tersebut tercatat sebagai siswa yang bersekolah di SMP Kristen Blora yang terletak di Jl. Dr. Sutomo No. 44 Tempelan, Kec. Blora Kota.

Putri dan Eko sapaan akrabnya memang harus bersama-sama untuk bisa pergi ke sekolah. Karena Eko belakangan diketahui sejak kecil sudah mengalami kelumpuhan, sehingga harus menggunakan alat bantu kursi roda agar bisa melakukan aktifitas sehari-hari.

“Jadi sebenarnya Eko Ribut Prasetyo sudah dititipkan disini oleh orang tuanya ketika dia duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar,” ujar Hany, seorang pengelola panti asuhan tersebut ketika dijumpai oleh redaksi sekat.co pada Rabu (19/7).

Insert: Eko (duduk di kursi roda) bersama salah satu sahabatnya bernama Moris.

Hany menuturkan, bahwa kedua orang tua dari Eko sebenarnya masih hidup. Akan tetapi karena ada sesuatu hal, maka kedua orang tuanya memutuskan Eko untuk dititipkan di yayasan panti asuhan tersebut.

“Dulu yang mengantarkan ke sini adalah ibunya. Ya, pernah sesekali semenjak dititipkan di sini ibunya menengok, tapi ya sudah lama sekali itu, mas,” katanya.

Hany kembali melanjutkan, Eko memang tergolong anak yang pandai dan rajin, bahkan dia selalu mendapatkan rangking di kelasnya hingga lulus dari bangku sekolah dasar.

“Sebetulnya dia kemarin bisa masuk di SMP N 1 Blora, akan tetapi nanti yang mengurus ketika di sekolah siapa, mas, karena kita menyadari kondisi fisiknya yang seperti itu. Kalau di SMP Kristen kan anak-anak di sini banyak yang sekolah di situ jadi masih ada yang mengurusi Eko saat di sekolah,” ungkapnya.

Lanjut Hany, sebelum ada kursi roda tersebut, dahulu Eko ke mana-mana selalu digendong oleh Putri sahabatnya itu, baik ketika pergi ke sekolah, ataupun beraktifitas di dalam panti asuhan.

“Padahal anaknya perempuan lho itu (Putri-Red). Tetapi ya tidak malu itu dia. Bahkan sebelum ada kursi roda, dulu ke mana-mana selalu digendong sama sahabatnya itu,” tukasnya.

Hany juga mengatakan, semenjak kehadiran Eko di panti, banyak hal yang berubah. Bahkan Eko mampu menghadirkan nuansa yang berbeda untuk anak-anak penghuni panti yang lainnya.

“Semangatnya dalam segala hal itu yang membuat saya dan para pengasuh di panti ini kagum, dia (Eko-Red) tak pernah menyerah dan tak mengenal putus asa. Bahkan dirinya mampu menginspirasi anak-anak di sini, mas,” pungkasnya. (Ari Prayudhanto/ TN)