Home Breaking News Hama Tikus Menyerang, Nasib Petani Kradenan Terancam

Hama Tikus Menyerang, Nasib Petani Kradenan Terancam

618
0
SHARE
Seekor tikus yang mati setelah diburu oleh petani Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Sumber, Kradenan, Blora, sekat.co – Di wilayah Blora bagian selatan, saat ini, para petani sangat mengeluhkan serangan hama tikus yang sangat masif pada tanaman padinya. Serangan hama tikus ini sangatlah mengganggu, mengingat umur tanaman padi barulah sekitar 15 hst (hari setelah tanam).

Para petani di wilayah Kecamatan Kradenan sebagian besar menanam padi III di MK (musim kemarau) tahun ini. Mengingat wilayah Blora Selatan diperkirakan tak akan kekurangan air untuk irigasi persawahan dikarenakan secara geologi wilayah Kecamatan Kradenan, Randublatung dan Kedungtuban berada di atas cekungan air tanah (CAT) Randublatung, yang ketersediaan air untuk masyarakat dan pertanian sangat mencukupi.

Areal persawahan wilayah Kradenan diserang hama tikus.

Sudah banyak upaya para petani untuk mengusir dan mengendalikan serangan hama ini. Mulai dari memberi racun pada umpan, memberi pagar di sekeliling tanaman, berburu dengan menggunakan senapan angin, hingga dengan cara tradisional yaitu berburu dengan anjing (ajak). “Lumayan, sedikit mengurangi hama yang menyerang,”  kata Lamidi, seorang petani Dusun Mulyorejo yang memburu tikus dengan menggunakan anjing piaraanya.

Beda lagi yang dilakukan petani Dusun Gayam Desa Sumber. Bakoh (58), ketua organisasi sumur irigasi PWJ (Produk Well Juwana) 119, memotivasi anggota petaninya untuk memburu hama tikus di area pengairan sumurnya yang seluas 15 Ha dengan memberikan sayembara akan membeli Rp.2000,00 per ekor tikus yang berhasil ditangkap warga.

Petani menggunakan anjing ajak untuk berburu hama tikus di areal persawahan Kradenan.

“Program ini sangat efektif untuk mengendalikan serangan hama tikus. Dari progam ini, sejak 21-26 Juli sudah terkumpul sekitar 800 ekor tikus. Kalau tak ada upaya atau aksi pengendalian hama ini, bisa dipastikan hasil panen ke depan akan gagal,” tandas Bakoh saat ditemui wartawan sekat.co, Rabu, 26 Juli 2017.

Terkait serangan hama tikus ini, ketua kelompok tani Sumber Rejeki Desa Sumber, Cuk Rohadi, sudah melaporkan kasus ini ke UPTD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Kradenan. (Bambang Supriyanto/ Eko Arifianto/ TN)