Home Breaking News Kurangi Dampak Banjir, Puluhan Rumah di Bantaran Sungai Telah Direlokasi Oleh Pemkab...

Kurangi Dampak Banjir, Puluhan Rumah di Bantaran Sungai Telah Direlokasi Oleh Pemkab Blora

372
0
SHARE

Blora, sekat.co – Pemerintah Kabupaten Blora menggusur rumah yang ada di sepanjang bantaran anak Sungai Bengawan Solo yang terletak di wilayah Kel. Balun, Kec. Cepu, pada Kamis, (27/07). Proses relokasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari program normalisasi anak sungai Bengawan Solo.

Penggusuran dilakukan terhadap bangunan yang berada di RT 03, RW 13 Kelurahan Balun, Kec. Cepu. Tidak ada perlawanan selama proses penggusuran. “Ada sekitar 31 kepala rumah tangga yang direlokasi,” kata Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Ir. Samsul Arief kepada redaksi sekat.co pada Kamis, (27/07).

Samsul Arief menjelaskan, proses relokasi pemindahan kepada 31 KK memang sempat dihentikan karena mendapatkan penolakan dari warga, pada Senin (24/7) lalu. Namun akhirnya proses pembongkaran rumah milik 31 KK yang terkena dampak proyek normalisasi di sepanjang anak sungai Bengawan Solo pada hari ini berjalan lancar.

“Alhamdulillah proses relokasi berjalan lancar. Memang sebelumnya sempat ada penolakan, akan tetapi setelah kami diskusikan bersama, akhirnya mereka telah menyadari bahwa tanah yang mereka tempati selama ini adalah tanah milik negara,” ujarnya.

Samsul juga mengatakan bahwa, 31 KK yang rumahnya terkena relokasi oleh Pemkab dipindahkan ke tempat yang lebih layak yakni di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

“Pemerintah memberikan solusi kok, kepada 31 KK yang terkena relokasi tersebut kita pindahkan ke Rusunawa. Kami juga gratiskan kepada mereka baik beban biaya air serta listrik selama tiga bulan kedepan,” ungkapnya. Samsul kembali menambahkan, proses relokasi kepada 31 rumah yang berdiri di atas bantaran aliran anak sungainya Bengawan Solo tersebut dikarenakan agar aliran air kembali lancar, sehingga tidak lagi menyebabkan banjir genangan di kota Cepu.

“Dengan adanya proyek normalisasi sungai selebar 6,4 meter ini, harapan kami ke depan mampu mengatasi problematika banjir genangan yang ada di wilayah tersebut. Untuk tahapan lelang proyek normalisasi tersebut sudah selesai dan siap dilaksanakan. Total anggarannya sebesar Rp 454 juta dengan masa kontrak 4 Juli hingga 30 November 2017 mendatang,” pungkasnya. (Ari Prayudhanto/ TN)