Home Pemerintahan Petugas Gabungan Amankan Proses Relokasi Puluhan Rumah di Cepu

Petugas Gabungan Amankan Proses Relokasi Puluhan Rumah di Cepu

278
0
SHARE

Blora, sekat.co – Sempat tertunda lantaran ada perlawanan dan protes dari warga atas proses relokasi terhadap 31 rumah yang berdiri di atas bantaran anak sungai Bengawan Solo pada Senin, (24/07) lalu.

Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Blora, anggota TNI Koramil Cepu dan satu pleton personil Sat Shabara Polres Blora bersama Polsek Cepu telah berhasil merekokasi 31 KK untuk dipindahkan di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) pada Kamis, (27/7) pagi tadi.

Proses relokasi terhadap puluhan rumah yang terletak di wilayah RT 03, RW 13 Kelurahan Balun, Kec. Cepu, tersebut bertujuan untuk normalisasi lahan bantaran sungai yang mulai ditempati warga secara ilegal.

“Kami pihak kepolisian dan petugas gabungan hanya mengantisipasi dan mengamankan terhadap proses relokasi tersebut. Jangan sampai terjadi kericuhan di situ, sehingga dampaknya tidak melebar hingga ke mana-mana,” kata AKP Siswanto Kasat Shabara Polres Blora.

AKP Siswanto kembali menambahkan, relokasi ini bertujuan untuk normalisasi lahan bantaran sungai yang mulai ditempati warga secara illegal.

Dia kembali menuturkan, dalam proses relokasi serta evakuasi yang dibantu dari para warga serta petugas Satpol PP dan anggota TNI berjalan lancar dan tidak ada gejolak penolakan dari warga sekitar.

“Seperti yang kita lihat bersama, prosesnya berjalan dengan aman, lancar dan tertib ya,” tukasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Camat Cepu Djoko Sulistiyono, proses relokasi terhadap 31 rumah yang berdiri di sepanjang bantaran anak sungai Bengawan Solo tersebut berjalan dengan lancar.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak baik Polri, TNI serta Satpol PP Kab. Blora yang telah membantu mengamankan proses relokasi ini, sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Djoko kembali berharap dengan adanya proses relokasi tersebut, ke depan mampu mengurangi banjir yang sering melanda di sekitar wilayah tersebut, apalagi pada saat musim penghujan tiba.

“Harapannya dengan adanya relokasi serta normalisasi kali aliran anak sungai Bengawan Solo ini, mampu mengurangi intensitas luapan banjir yang sering melanda wilayah di sini,” tuturnya.

Djoko juga mengatakan, terhadap ke-31 KK yang direlokasi langsung dapat dipersilahkan untuk menempati Rusunawa yang bisa menampung seluruh warga dengan layanan gratis listrik dan air selama tiga bulan pertama. (Ari Prayudhanto/ TN)