Home Sastra Pria Penjual Bunga

Pria Penjual Bunga

287
0
SHARE
Sudah beberapa waktu ini aku terlibat perasaan dengan seorang pria yang memikat.
Ia selalu membuatku merasa cantik dan bersemangat di setiap mengawali hari. Ia menggunakan ucapan manis yang selalu membuat hatiku meleleh, dan ia adalah sosok yang cenderung romantis.
Ia adalah pria penjual bunga yang setiap pagi tokonya selalu aku lewati saat menuju kantor. Ia pun sudah hafal pada menit keberapa aku melewati tokonya. Yang ia lakukan setiap harinya adalah menyapaku dan memberikan setangkai bunga, lengkap dengan secarik tulisannya untukku. Yang lebih menjadi pelengkap, seakan ia pun mengerti bagaimana suasana hatiku di pagi hari, dan itu terlihat jelas pada simbol bunga yang ia sodorkan untukku. Menyenangkan!!
Jumat itu, tak seperti hari hari sebelumnya. Ia memberiku bunga anyelir berwarna putih, sekotak coklat dengan taburan kenari kesukaanku, ia juga menyodorkan segelas kopi hangat. Tiga buah kejutan di hari itu, sebagai gantinya, ia hanya mengharapkan senyuman. Dan aku semakin bersemangat untuk menghadapi hari setelah menikmati senyuman lebarnya yang manis.
Aku tak bisa membayangkan melewatkan pagi tanpa kejutan indah darinya.
(Veronica Indra P.)