Home Breaking News Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Kades dan Kapolsek Todanan Saling Lempar Pernyataan

Terkait Dugaan Pelecehan Seksual, Kades dan Kapolsek Todanan Saling Lempar Pernyataan

366
0
SHARE

Blora, sekat.co – Dalam penelusuran jejak kasus atas dugaan pelecehan seksual yang menimpa lima anak perempuan di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Todan pada Maret lalu, tim redaksi sekat.co bersama dengan rekan awak media yang lain kali ini berhasil menjumpai Suyatno selaku Kepala Desa (Kades) Todanan pada Senin, (31/7) kemarin.

Suyatno mengakui bahwa kejadian tersebut telah terjadi dan menimpa warganya beberapa bulan yang lalu. Dirinya juga mengatakan bahwa kejadian tersebut didengarnya ketika ada salah satu oknum dari pihak Polsek Todanan yang datang dan memberitahu akan peristiwa tersebut.

“Jadi saya dengarnya bukan dari orang tua korban, melainkan tiba-tiba ada oknum pihak Polsek yang datang menemui saya dan mengatakan bahwa masalah ini (dugaan pelecehan seksual-Red), sudah selesai dan didamaikan di Polsek Todanan,” ungkap Suyatno dihadapan rekan-rekan awak media Senin, (31/7) kemarin.

Suyatno juga menyatakan bahwa dirinya selaku Kepala Desa sama sekali tidak dilibatkan dalam peristiwa tersebut. Baik pada saat orang tua korban mengadukan di Polsek Todanan hingga proses penyelesaian yang dilakukan antara pihak keluarga korban dan pihak pelaku di Polsek Todanan waktu itu.

“Saya sama sekali tidak dilibatkan dalam peristiwa tersebut. Jadi saya tidak tau apa-apa, tahunya ya itu tadi, tiba-tiba saja saya sudah diberitahu oleh oknum pihak Polsek bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan di Polsek. Bahkan saya tahu kalau ada kejadian (dugaan pelecehan seksual-Red) dari warga sekitar yang mendengar terlebih dahulu persoalan tersebut,” tukasnya.

Insert: Kapolsek Todanan AKP Sutrisno.

Secara terpisah, Kapolsek Todanan AKP Sutrisno menampik semua pernyataan Suyatno selaku Kades Todanan yang mengatakan dirinya tidak mengetahui semua kejadian tersebut.

“Tidak benar kalau sampai Kades tidak mengetahui persoalan ini, ya aneh saja rasanya kalau sampai tidak tahu. Untuk pelaku bahkan para korbannya sebagian adalah warganya sendiri,” tegas Kapolsek.

Kapolsek kembali lagi membantah perihal kasus dugaan pelecehan seksual tersebut telah didamaikan, dimediasi, atau bahkan diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak Polsek Todanan.

“Saya tegaskan sekali lagi, tidak benar kalau kami pihak Polsek mendamaikan atau memediasi persoalan tersebut. Jadi orang tua korban datang mengadu ke Polsek dan keesokan harinya laporan tersebut sudah dicabut lagi. Karena menurut para orang tua, anak-anak mereka tidak dirugikan, makanya laporannya dicabut lagi. Jadi tidak benar kalau pihak Polsek mendamaikan,” tandas AKP Sutrisno. (Ari Prayudhanto/ TN)