Home Breaking News Dinsos Kab. Blora Ikut Geram, Atas Dugaan Pelecehan Seksual di Todanan

Dinsos Kab. Blora Ikut Geram, Atas Dugaan Pelecehan Seksual di Todanan

628
0
SHARE

Blora, sekat.co – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Blora Sri Handoko, mengaku geram dan mengecam keras atas dugaan pelecehan seksual yang menimpa lima orang anak dibawah umur di Kecamatan Todanan pada Maret lalu.

Peristiwa yang diduga dilakukan oleh oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil) berinisial WD, yang bekerja di wilayah Kecamatan Todanan Kabupaten Blora sontak mengundang perhatian dan keprihatinan banyak pihak, termasuk Sri Handoko selaku Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Blora.

“Saya sangat prihatin sekali atas peristiwa ini, apalagi yang saya dengar semua menimpa anak-anak yang usianya masih di bawah umur. Kita jangan berbicara sekarang ya, tapi efek di kemudian harinya. Karena dampak traumatisnya sangat panjang sekali,” kata Sri Handoko kepada sekat.co pada Rabu, (2/8) kemarin.

Insert: Kepala Dinas Sosial PPPA Kab. Blora Sri Handoko.

Sri Handoko kembali menuturkan, bahwa kejadian seperti ini (dugaan pelecehan seksual-Red) seharusnya membutuhkan penanganan yang serius. Walaupun angka kejadian jumlah kekerasan seksual yang terjadi pada anak di Kabupaten Blora dalam rentan waktu periode 2015-2017 cenderung menurun, akan tetapi persoalan tersebut tidak bisa dianggap remeh.

“Jangan dianggap remeh kasus semacam ini. Tercatat ada 25 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Blora dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Pada kenyataannya jumlah ini mungkin lebih besar, karena masih banyak yang tidak mau melaporkan kepada pihak dinas sosial,” ungkapnya.

Sri Handoko juga menyatakan kekecewaannya terhadap pihak-pihak terkait yang ada di Kecamatan Todanan atas penyelesaian persoalan kasus seperti ini. Karena menurut dia, seharusnya persoalan seperti ini tidak cukup hanya diselesaikan di bawah tangan saja.

“Saya sangat menyesalkan sekali terhadap penangan kasus seperti ini, apa mereka semua sudah lupa bahwa persoalan seperti ini termasuk persoalan pidana. Utamanya kepada para perangkat desa, kepala desanya hingga tingkat aparatur penegak hukum (Polsek) di sana. Saya jadi bertanya-tanya sendiri,” katanya.

Dia juga menegaskan, untuk persoalan seperti ini (pelecehan seksual-Red) pihak Dinsos Kabupaten Blora mengaku sudah berkoordinasi kepada Dinsos Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Blora hingga Polres Blora.

“Kami diminta oleh Dinsos Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjuti persoalan ini. Dengan melakukan pendekatan personal kepada pihak keluarga korban agar mau melapor kepada pihak yang berwajib, bukan ke Polsek tapi ke Polres,” tegasnya.

Sri Handoko juga mengatakan, atas dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Todanan, Dinas Sosial Kabupaten Blora menyatakan siap memberikan pendampingan advokasi hukum sampai pembinaan serta bimbingan psikologis dan mental kepada para korbannya.

“Kami akan memberikan pendampingan serta perlindungan hukum kepada para korban, di situ kami akan memberikan solusi serta jalan keluar kepada mereka. Bila perlu kami akan antar mereka untuk bersama-sama melaporkan ke Polres, jadi jangan ragu ataupun takut,” pungkasnya. (Ari Prayudhanto/ TN)