Home Breaking News Dua Nama Kabupaten Lain Muncul, Diduga Naskah Akademis Ranperda RTRW Kab. Blora...

Dua Nama Kabupaten Lain Muncul, Diduga Naskah Akademis Ranperda RTRW Kab. Blora Copy-Paste

2784
0
SHARE

Blora, sekat.co – Naskah Akademis yang bersifat kritis, rasional dan obyektif, yang menjadi sebuah acuan dalam perumusan serta perencanaan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Blora selama 20 tahun mendatang, di dalam pengkerjaannya diduga dikerjakan dengan cara “copy-paste“.

Seperti yang tercantum pada naskah akademis Ranperda RTRW Kabupaten Blora Bab III mengenai Analisis dan Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan Terkait pada baris ke-17 yang tertulis: “Wewenang Pemerintah Kabupaten Blora dalam melaksanakan penataan ruang wilayah kotanya tersebut meliputi perencanaan, pemanfaatan, serta pengendalian pemanfaatan tata ruang kota. Adapun wewenang Pemerintah Kabupaten Temanggung Kendal dalam melaksanakan penataan ruang kawasan strategis antara lain…” Dengan adanya pencatutan dua nama Kabupaten lain yang tak ada sangkut pautnya namun tercantum di dalam Bab III itulah, kemudian muncul dugaan bahwa naskah akademis tersebut dikerjakan dengan cara copy-paste.

Lembar Naskah Akademis Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blora Bab 3.1

Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Kabupaten Blora, Bambang Susilo, mengaku belum mengetahui persis perihal pencatutan nama dua kabupaten lain yang tercantum di dalam naskah akademis tersebut.

“Dalam naskah akademis itu, saya hanya membaca materi pokoknya saja. Jadi jangan salah memahami, meskipun saya tidak tahu, bukan berarti saya tidak membaca naskah akademis itu lho ya,” kata Bambang Susilo kepada redaksi sekat.co pada Senin, (7/8) kemarin.

Bambang Susilo juga menambahkan, seandainya pencatutan tersebut memang ada tercantum (nama dua kabupaten yang lain-Red) sepertinya tidak menjadi persoalan, karena menurutnya yang terpenting adalah pokok bahasan inti dari naskah akademis itu sendiri.

“Kalau cuma seperti itu saya pikir tidak masalah, yang terpenting materi pokoknya. Terkecuali kalau ada kesamaan yang tertulis pada materi pokoknya, nah itu baru jadi persoalan,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora, Ir. Djati Walujastono, mengakui atas kesalahan dalam pencatutan nama kabupaten-kabupaten lain yang tercantum di dalam naskah akademis.

“Ya, memang salah, ada kesalahan di situ. Tapi kan di sini bukan suatu kesalahan yang besar, mas,” ungkap Djati kepada sekat.co Rabu, (9/8) pagi tadi.

Dia kembali mengatakan, dalam perihal naskah akademis tersebut, dirinya juga menyatakan bahwa memang terjadi kesalahan dalam hal cetak serta dalam hal pengetikannya.

“Menurut saya, yang terpenting kesalahannya tidak substansial, jadi jangan terlalu dibesar-besarkan. Hanya salah cetak, dan salah ketik saja kok. Begitu nanti kita ganti, selesai sudah masalahnya,” pungkasnya. (Ari Prayudhanto/ TN)