Home Hukum & Kriminal Polisi Hadirkan Tiga Tersangka Pengedar Sabu di Randublatung

Polisi Hadirkan Tiga Tersangka Pengedar Sabu di Randublatung

284
0
SHARE

Blora, sekat.co – Dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika yang terjadi di Kabupaten Blora belakangan ini, Satres Narkoba Polres Blora dalam press release kali ini turut serta menghadirkan tiga orang tersangka pengedar narkotika berjenis sabu yang beroperasi di wilayah Randublatung Kab. Blora.

Press Release yang dipimpin langsung oleh Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, menyatakan, ketiga pengedar yang belakangan diketahui bernama Dwi Susanto (44), warga Dk. Pulo, Ds. Pilang, Kec. Randublatung, kemudian Widyanto (43), warga Kelurahan/Kecamatan Randublatung, dan Haryanto (31), yang merupakan warga Kampung Sambong, Kel. Wulung, Kecamatan Randublatung, Blora, ini ditangkap oleh polisi ditempat yang berbeda-beda.

“Ketiganya berhasil diamankan oleh polisi ditempat yang berbeda-beda ketika hendak melakukan transaksi narkoba,” kata AKBP Saptono, didepan awak media dalam press release pengungkapan kasus narkoba pada Selasa, (22/8).

Lanjut kata dia, dari tangan ketiga orang tersangka pengedar narkoba tersebut, polisi berhasil menyita 6 gram paket sabu-sabu siap edar.

“Dari 6 gram sabu-sabu tersebut, oleh para tersangka sudah dibagi-bagi menjadi 24 paket, yang oleh tersangka dijual dengan harga Rp. 500.000,- per paketnya,” ujarnya.

Saptono juga menambahkan, atas pengungkapan kasus narkoba yang terjadi pada bulan Agustus, Satres Narkoba Polres Blora telah berhasil meringkus 3 orang tersangka pengedar sabu-sabu. Setelah pada bulan-bulan sebelumnya berhasil mengamankan 16 tersangka pengedar narkoba.

“Jujur saya sangat mengapresiasi atas kinerja Satres Narkoba Polres Blora ya dalam hal pengungkapan kasus pada bulan Agustus ini. Kita semua jadi bisa melihat bahwasanya tren penggunaan narkoba di wilayah Kab. Blora cenderung meningkat,” tukasnya.

Kapolres juga menghimbau kepada banyak pihak untuk ikut mewaspadai dan mencermati khususnya di wilayah lingkungan sekitar tempat tinggal. Hal tersebut bukan tanpa sebab, mengingat untuk Blora, sudah dinyatakan sebagai salah satu kota yang masuk dalam kategori darurat narkoba.

“Marilah kita semua bersama-sama peduli terhadap peredaran narkoba. Bila menemukan sesuatu yang terlihat mencurigakan, maka segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.

Atas pengungkapan kasus peredaran narkoba tersebut, para pelaku dijerat dengan pasal 114, pasal 112, pasal 111 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, terancam pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (Ari Prayudhanto/ TN).