Home Breaking News Penjarahan Situs Pengging Blora, Diduga Pemkab Kecolongan

Penjarahan Situs Pengging Blora, Diduga Pemkab Kecolongan

1267
0
SHARE
Seorang tim Jelajah Blora menunjukkan batubata bekas penjarahan oleh oknum yang tak bertanggungjawab di Situs Pengging (sekatcos)

Blora, sekat.co – Terkait penjarahan situs Tapaan Pengging yang terletak di Dukuh Wadas, Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, akhirnya mendapat sorotan dari banyak pihak yang selama ini aktif bergerak di bidang pelestarian cagar budaya di wilayah Kabupaten Blora.

Seperti halnya kelompok Jelajah Blora di bawah bendera Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan Pasang Surut yang aktif di bidang pendokumentasian dan penelusuran sejarah, salah satu kelompok pelestari cagar budaya lainnya yaitu Forum Peduli Sejarah Budaya Blora (FPSBB) juga aktif melakukan aktifitas pelestarian di situs Pengging. Kegiatan yang dilakukan antara lain berupa pendataan, sosialisasi dan penataan secara sederhana.

Kegiatan pelestarian situs oleh FPSBB di Sumur Pitu (Dok. FPSBB)

“Kami sangat prihatin dengan penjarahan situs Pengging di Banjarejo, Kabupaten Blora. Dalam beberapa tahun terakhir ini kami memang cukup sering berkegiatan di sana. Selain di situs Pengging, kami juga melakukan pelestarian cagar budaya di Sumur Pitu dan sekitarnya. Terus terang memang banyak keterbatasan. Namun karena kami bekerja berdasar kepedulian, seperti teman-teman lainnya, kami selaku lembaga swadaya masyarakat masih terus bergerak,” kata Sumarlan (48), seorang pegiat pelestarian cagar budaya di FPSBB (Forum Peduli Sejarah Budaya Blora).

Laporan kegiatan, saran dan masukan terkait situs Pengging dan Sumur Pitu menurut Sumarlan selalu disampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini DPPKKI (Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Blora, yang sekarang menjadi DINPORABUDPAR (Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata) Kabupaten Blora. Hal ini dimaksudkan agar hasil pendataan situs yang ada bisa segera ditindaklanjuti dengan program penandaan dan penataan situs agar benar-benar terlindungi dan dikelola dengan baik sehingga memunculkan efek peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Aktifitas pendataan situs oleh FPSBB (Dok. FPSBB)

“Soal tindak lanjutnya tentu saja itu menjadi kewenangan pemerintah. Karena kami sadar bahwa kami tidak punya kewenangan untuk memaksa siapapun agar ikut peduli cagar budaya Blora,” lanjut Sumarlan.

Terkait dengan perkembangan kabar, Badan Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jateng yang berkantor di Prambanan, Klaten pada Jumat, 15 September 2017 juga langsung terjun ke lapangan melakukan penelitian.

Paska laporan pihak DINPORABUDPAR (Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata) ke Mapolsek Banjarejo hari Selasa, 12 September 2017 kemarin, Kepolisian Sektor Banjarejo juga segera menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan.

Anggota Kepolisian Sektor Banjarejo sedang melakukan olah TKP di Situs Pengging (Dok. Dinporabudpar)

“Iya, benar, setelah mendapat laporan langsung dari dinas terkait, kami langsung check ke lokasi dan minta informasi ke Kamituwo dan dua orang tenaga dari warga lokal yang menjadi tenaga penggali. Menurut keterangan dua orang warga tersebut, orang yang memerintahkan mereka sudah pulang ke Demak. Para tenaga penggali ini belum mendapat upah dari orang yang memerintahkan. Bahkan, orang-orang, yang mungkin kelompok pemburu harta karun ini, juga tidak ijin kepada pemilik lahan yang merupakan warga Desa Sidomulyo. Kamituwo dan warga saya sarankan agar menghubungi kami bila orang-orang tersebut kembali,” kata Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, S.H. melalui sambungan selulernya.

Apa yang disampaikan Kapolsek Banjarejo ditandaskan oleh Kamituwo Dukuh Wadas, Desa Mojowetan, Eko Mardiyanto.

“Betul, perkembangan tentang penjarahan situs Pengging sudah dihentikan dan masyarakat sekitar siap melaporkan jika ada lagi penggalian di area situs tersebut,” pungkasnya. (A-7/ TN)