Home Hukum Satnarkoba Polres Blora dan Dinkes Lakukan Sidak Terhadap Beberapa Apotik di Blora

Satnarkoba Polres Blora dan Dinkes Lakukan Sidak Terhadap Beberapa Apotik di Blora

430
0
SHARE

Blora, sekat.co – Petugas gabungan dari Sat Res Narkoba Polres Blora bersama Dinas Kesehatan Blora (Dinkes) pada Sabtu (16/9) kemarin, lakukan sidak dengan memeriksa sejumlah apotek guna mengantisipasi peredaran obat yang mengandung Karisoprodol seperti Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC).

“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa di Kabupaten Blora tidak beredar obat PCC yang jika disalahgunakan pemakaiannya bisa mengakibatkan halusinasi tingkat tinggi. Seperti puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata AKP Suparlan Kasat Narkoba Polres Blora, Minggu (17/9).

Pemeriksaan terhadap apotek tersebut dilakukan di beberapa tempat seperti di Apotek K24, Apotek Sinar Sehat, Apotek Farma Kamolan, Apotek Kaliwangan, Apotik Bima, Apotek Viva Generik, Apotek Kusuma Bakti, Apotek Wahyu Sejati, Apotek Medika Farma, Apotek Rajawali dan Apotek Saras.

Seluruh apotik yang ada di kota blora tersebut tak luput dari razia petugas gabungan. Walaupun tidak ditemukan adanya PCC atau obat lainnya yang mengandung Karisoprodol, tetapi petugas juga melakukan pembinaan agar tidak menjualbelikan obat seperti itu, jika di kemudian hari ditemukan maka akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin usahanya.

Menurut AKP Suparlan, obat yang mengandung Karisoprodol ini sebenarnya sudah dilarang beredar sejak 2013 lalu dan ditarik dari peredaran. Namun, entah apa yang menjadi penyebabnya obat seperti PCC kembali beredar dan menelan korban di Kendari.

“Kami selaku dari pihak Kepolisian terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk antisipasi masuknya obat PCC. Karisoprodol ini merupakan bahan baku obat keras yang efek sampingnya sangat berbahaya jika digunakan tanpa petunjuk dokter,” imbuhnya.

Lanjut Suparlan, selain PCC, Sat Res Narkoba dan Dinas Kesehatan juga memeriksa jenis obat lainnya yang rawan disalahgunakan seperti Tramadol, Hexymer dan lain-lain.

“Pengawasan secara rutin kami lakukan, selain melakukan tindakan penangkapan apabila ada pihak yang terbukti menyalahgunakan PCC, kami juga memberikan pembinaan,” pungkas AKP Suparlan. (A-7/ TN).