Home Breaking News Nonton Bareng Film G30SPKI di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora

Nonton Bareng Film G30SPKI di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora

830
0
SHARE
Poster Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI (1984)

Blora, sekat.co – Sebagai tindak lanjut amanat yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Detasemen Polisi Militer IV/3 Sub Detasemen IV/3-1 menggelar kegiatan nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI bersama masyarakat Blora di markasnya yang terletak di Jl. Pemuda No.40 Blora, Selasa (27/9/2017).

Film dokudrama propaganda Indonesia ini dibuat tahun 1984. Disutradarai dan ditulis oleh Arifin C. Noer, sutradara pemenang Piala Citra dengan latar belakang teater. Arifin C. Noer memiliki pengalaman sebelumnya dalam genre ini, setelah membuat film perang Serangan Fajar (1981). Film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI yang diproduseri oleh G. Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa ini diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp. 800 juta kala itu.

Warga nonton bareng film G30S PKI di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora (sekatcos)

Selanjutnya film ini digunakan sebagai kendaraan propaganda oleh pemerintah Orde Baru selama tiga belas tahun, di mana pemerintahan Presiden Soeharto kala itu memerintahkan satu-satunya stasiun televisi di Indonesia saat itu, TVRI, untuk menayangkan film ini setiap tahun pada tanggal 30 September malam.

Peraturan ini kemudian dihapuskan setelah jatuhnya Presiden Soeharto tahun 1998. Pada bulan September 1998 yaitu empat bulan setelah lengsernya Presiden Soeharto, Menteri Penerangan Yunus Yosfiah menyatakan bahwa film ini tidak akan lagi menjadi bahan tontonan wajib, dengan alasan bahwa film ini adalah usaha untuk memanipulasi sejarah. Sejak itu film ini telah menjadi kurang diminati lagi dan belum pernah lagi diputar di stasiun televisi Indonesia.

Suasana nonton bareng Film G30SPKI di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora (sekatcos)

Film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI ternyata cukup banyak mendapat penghargaan. Di antaranya pernah menerima tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia 1984, memenangkan satu penghargaan Citra untuk Skenario Terbaik. Film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI ini juga pernah menerima Piala Antemas (Penghargaan Khusus) sebagai Film Unggulan Terlaris periode 1984-1985.

Senada dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang beralasan ingin mengajak bangsa Indonesia untuk tidak melupakan sejarah kelam dan mencegah terulang kembali kekelaman sejarah tersebut, Komandan Sub Denpom IV/3-1 Blora, Kapten CPM Suparno juga berharap agar pemutaran film tersebut sekarang ini bisa bermanfaat untuk kita semua dalam memahami sejarah kelam bangsa Indonesia.

Komandan Sub Denpom IV/3-1 Blora, Kapten CPM Suparno

“Harapan kami paska pemutaran film ini adalah mengingatkan kepada kita semua, terutama generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Kita perlu belajar tentang sejarah yang ada,” kata Kapten CPM Suparno.

Acara nonton bareng yang digelar di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora itu ternyata menarik minat masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Sub Denpom IV/3-1 membuka pagar dan mempersilahkan masyarakat untuk bersama menyaksikan pemutaran film yang ditampilkan menggunakan sebuah layar lebar berukuran sekitar 3×4 meter dengan suguhan camilan makanan ringan seperti kacang dan air minum dalam kemasan.

Suasana nonton bareng film G30S PKI di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora (sekatcos)

Ketika ditanyakan terkait dengan wilayah tugasnya saat ini di Kabupaten Blora, Komandan Sub Denpom IV/3-1 Blora, Kapten CPM Suparno cukup terkesan dengan kondusifitas yang ada.

“Kesan khusus pada penugasan kami, terutama di daerah Blora ini, masyarakatnya cukup kondusif. Kaitannya dengan TNI-nya tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang berarti. Cukup disiplin, bagus sekali. Walaupun banyak keberagaman tradisi, aliran kepercayaan dan agama, tetapi semuanya tetap rukun bersatu,” terang Kapten CPM Suparno.

Kapten CPM Suparno di sela-sela nonton bareng film G30S PKI di Markas Sub Denpom IV/3-1 Blora (sekatcos)

Pemutaran film dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, berdurasi 271 menit, diperkirakan diikuti kurang lebih 40 orang. Dalam kesempatan nonton bareng tersebut, di antara kerumunan warga, turut hadir pula mantan Ketua Komisi C DPRD Blora R.M. Hanindyo Andri Haskoro.  (Eko Arifianto/ TN)