Home Breaking News 5 Pasangan Tak Sah Terjaring Operasi Pekat Satpol PP Blora

5 Pasangan Tak Sah Terjaring Operasi Pekat Satpol PP Blora

758
0
SHARE
Salah seorang pasangan sedang dimintai keterangan oleh Kabid Penegakan Perda Satpol PP Blora Suripto

Blora, sekat.co – 5 pasangan tak sah terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora yang bekerjasama dengan Kepolisian Resort Blora dan TNI dalam hal ini Sub Denpom Blora, Rabu (29/11). Yang lebih mengagetkan, 2 (dua) orang wanita ditemukan dengan membawa anak berusia di bawah satu tahun.

Kegiatan untuk menegakkan Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2017 tentang Kepariwisataan ini dilakukan dengan kegiatan razia ke hotel-hotel dan rumah-rumah kost di Blora.

Lima pasangan yang terjaring Operasi Pekat (29/11) dari Hotel Mulia dan Adhi Jaya, Kecamatan Kota Blora

Saat Tim Gabungan melakukan razia di Hotel Mulia Kelurahan Jenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, petugas menemukan satu pasangan tidak sah alias bukan suami-istri. Sedang sewaktu razia di Hotel Adhi Jaya yang terletak di Kelurahan Kunden, Kecamatan Kota Blora, Kabupaten Blora, petugas menemukan 4 (empat) pasangan selingkuh.

Razia juga dilakukan di rumah-rumah kost seperti di Kelurahan Tempelan, atau tepatnya di sebelah utara Kantor Kejaksaan Blora. Di tempat kos-kosan tersebut tidak ditemukan pasangan selingkuh, namun tempat tersebut belum memiliki ijin usaha tempat kos-kosan.

Sesuai Perda No. 1 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum, Tim Operasi menyarankan kepada pemilik kos-kosan agar segera mengajukan ijin tempat usaha di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal Kabupaten Blora. Hal ini dilakukan karena dalam salah satu pasal dijelaskan bahwa setiap orang yang mempunyai usaha kos-kosan diwajibkan mengajukan ijin usaha.

Pembinaan pasangan tak sah yang terjaring Operasi Pekat oleh Kabid Penegakan Perda Satpol PP Blora

Setelah dikumpulkan, kemudian ke lima pasangan tersebut dibawa di kantor Satpol PP Kab. Blora untuk diberikan pembinaan sekaligus membuat surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi perbuatan asusila kembali.

Di hadapan para kepala desa yang juga diundang dalam acara tersebut, Kepala Satpol PP meminta agar kepala desa juga mengadakan pembinaan warganya saat dipulangkan ke desanya.

“Operasi Pekat akan terus dilakukan di Kabupaten Blora sehingga pelanggaran Perda No. 1 dan No. 5 dapat diminimalisir,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Blora, Sri Anang Danaryanto, S.Sos, MMA didampingi Kabid Penegakan Perda Satpol PP Blora, Suripto. (TN)