Home Breaking News Alhamdulillah! Setelah 24 Jam Tenggelam di Bengawan Solo, Remaja Kradenan Berhasil Ditemukan

Alhamdulillah! Setelah 24 Jam Tenggelam di Bengawan Solo, Remaja Kradenan Berhasil Ditemukan

820
0
SHARE
Proses evakuasi jenazah Muhammad Prayogi (13), korban tenggelam di Bengawan Solo (6/12)

Kradenan, sekatcos – Rabu 6 Desember 2017. Pencarian terhadap Muhammad Prayogi (13), seorang korban tenggelam di Bengawan Solo, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah akhirnya membuahkan hasil.

Remaja asal Dukuh Menden RT. 04 RW. 07 Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan tersebut ditemukan pada sekitar pukul 12.55 WIB, Rabu (06/12) dalam keadaan tak bernyawa.

Pardi (75), seorang warga Dk. Tandak, Kec. Mendenrejo yang menemukan jenazah Muhammad Prayogi

Jenazah pelajar SMP Negeri 1 Menden tersebut ditemukan oleh Pardi (75), seorang warga Dk. Tandak, Kec. Mendenrejo yang sehari-hari bekerja di jasa perahu penyeberangan (tambangan) di Desa Medalem.

“Alhamdulillah, jenazah Muhammad Prayogi sudah ditemukan di Desa Medalem. Penemuan jenazah berada di radius 2 kilometer dari TKP (Tempat Kejadian Perkara). Pihak Kecamatan bersama Polsek Kradenan telah menyaksikan hasil visum Puskesmas Kradenan jenazah korban bahwa tidak ditemukan bekas luka tindakan kekerasan di tubuh korban. Ini murni kecelakaan.” kata Camat Kradenan ,Sutarso, S.Sos, M.Si saat acara penyerahan jenazah pada pihak keluarga korban.

Muhammad Prayogi (13) (foto yang dilingkari warna merah), seorang korban tenggelam di Bengawan Solo, Kecamatan Kradenan (5/12)

Sebelumnya, Muhammad Prayogi dikabarkan tenggelam Selasa (5/12) di Bengawan Solo tidak jauh dari Gua Sentono. Korban bermain dan memancing di pinggiran Bengawan solo. Kemudian korban melihat batang pohon pisang di tengah Bengawan, korban hendak mengambil tapi terlalu dalam akhirnya tenggelam.

Saksi kejadian Fahri (13) menuturkan bahwa sebelum korban berenang ke tengah hendak mengambil batang pohon pisang, korban bermain pasir dan memancing dengan teman lainnya di pinggiran bengawan.

Proses pencarian korban tenggelam di Bengawan Solo (06/12)

Pencarian jenazah korban melibatkan BPBD Blora, BASARNAS Jepara, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), CERT (Cepu Emergency Response Team), Banser, TAGANA (Taruna Siaga bencana), PMI Blora, KIM (Korp Indonesia Muda) dan dibantu oleh warga.

Dengan menggunakan 2 (dua) buah perahu karet tim SAR menyisir sepanjang 1 kilometer dari TKP dengan menggunakan jangkar dan berkali-kali bermanuver membuat gelombang air dengan menggunakan perahu karet. (Bambang Suprianto/ TN)