Home Breaking News Satgas Yonif 410/ Alugoro Laksanakan Program Pengobatan Gratis di Papua

Satgas Yonif 410/ Alugoro Laksanakan Program Pengobatan Gratis di Papua

241
0
SHARE
Satgas Yonif 410/ Alugoro sedang lakukan pengobatan di masyarakat Keerom, Papua

Keerom, sekat.co – Walaupun malaria adalah momok yang menakutkan bagi sebagian besar prajurit Satgas TNI yang sedang bertugas menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI)- Papua Nugini (PNG), namun hal tersebut tak menyurutkan langkah personel Pos Wembi Satgas Yonif 410/Alugoro melaksanakan kegiatan anjangsana dan pengobatan kepada masyarakat sekitar yang memerlukan layanan kesehatan.

Selain mendarmabaktikan pelayanan di bidang kesehatan, kegiatan pengobatan gratis yang ditujukan pada masyarakat ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi anggota Satgas dan masyarakat sehingga terjalin keakraban dan kekeluargaan. Anggota Satgas berkeliling kampung bersilaturahmi sambil membawa perlengkapan medis. Bila ada warga yang mempunyai masalah kesehatan bisa langsung ditolong dan ditangani oleh tim medis Satgas.

Silaturahmi dan pengobatan keliling kampung, Selasa, (11/12) ini dipimpin oleh Bakes Kompi B Satgas, Serma Aris Pribadi yang dibantu beberapa anggota pos. “Kami sangat senang bisa bersilaturahmi dengan warga sambil membawa obat-obatan, siapa tahu ada warga yang sakit bisa langsung ditangani,” kata Aris sambil mengobati salah satu warga kampung.

Satgas sangat mewaspadai penyebaran penyakit malaria pada warga sekitar, karena di wilayah sekitar pos termasuk daerah endemik wabah malaria. Malaria sendiri merupakan penyakit yang dapat ditularkan oleh nyamuk yang bernama Anopheles. Nyamuk ini yang membawa jamur atau parasit plasmodium dan menggigit orang yang sekaligus menyebarkannya melalui peredaran darah. Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan utama di beberapa wilayah di dunia terutama di wilayah tropis seperti halnya di Keerom, Papua.

Tampak seorang warga mendapatkan pengobatan dari Tim Satgas Yonif 410/ Alugoro

”Kami akan melakukan kegiatan ini (silaturahmi dan pengobatan-Red) sampai akhir penugasan selesai yang tinggal beberapa minggu lagi. Warga di sini masih memerlukan uluran tangan kita. Kami sangat mewaspadai penyebaran penyakit malaria yang menyerang warga,” lanjut Aris.

Kasus malaria ini disebabkan oleh pemahaman masyarakat tentang kesehatan diri dan lingkungan yang sangat minim, termasuk kurangnya pemahaman akan pemenuhan gizi seimbang bagi tubuh. Permasalahan kedua ialah keadaan geografi atau lingkungan yang berawa-rawa, sehingga menyebabkan bibit penyakit malaria dengan sangat mudah berkembang dan menyerang masyarakat.

Warga sekitar pos sangat senang menerima uluran tangan anggota Pos, seperti yang disampaikan Mama Demiana Musui (50), seorang warga Kp Wembi yang mendapatkan pengobatan dari Satgas yang menderita bengkak kaki sebelah kiri. “Kaki sebelah kiri sakit dan nyeri sekali, kalau buat jalan terasa sakit. Bengkak habis jatuh terkilir,” keluhnya.

Selesai mengobati Mama Demiana Musui, anggota Satgas melanjutkan silaturahmi dan pengobatan pada warga lainnya. Tim menemukan Mama Tholeta Musui (54) yang sedang sakit. “Beruntung bapak-bapak Satgas kemari, bisa minta tolong diobati. Saya lagi sakit flu kepala terasa pening, batuk dan pilek beberapa hari ini,”  kata Tholeta

Tim Satgas melanjutkan kegiatan silaturahmi dan pengobatan ke Kp Piawi, anggota kesehatan menemukan warga atas nama Mama Samanta (22) yang menderita sakit seperti warga Kp Wembi yaitu batuk, pilek dan pusing.

Satgas sangat mewaspadai penyebaran penyakit malaria pada warga sekitar, karena di wilayah sekitar pos termasuk daerah endemik wabah malaria

Malaria harus ditangani dengan cepat dan tepat karena dapat menimbulkan komplikasi berat yang dapat menimbulkan risiko kematian. Daerah endemis untuk kasus malaria paling banyak terjadi di daerah yang termasuk wilayah Indonesia Timur terutama Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Untuk itu Tim Satgas berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi warga dengan memberikan pertolongan pengobatan yang cepat dan tepat.

Malaria merupakan penyakit yang sering dijumpai pada daerah tropis. Penyakit malaria disebabkan karena bakteri parasite protozoa yang termasuk dalam genus Plasmodium. Bakteri parasit ini ditularkan melalui air liur nyamuk (nyamuk Anopheles betina-Red). Tanda-tanda malaria biasanya berupa demam tinggi, sakit kepala, keringat dingin, muntah-muntah dan lain-lain. Tindakan pengobatan malaria perlu dilakukan secara tepat dan cepat demi mencegah bertambah parahnya penyakit ini. Selain obat-obatan medis, obat-obatan tradisional/herbal yang sering digunakan sebagai obat dan mencegah penyakit malaria adalah daun pepaya, kulit kina, daun sambiloto dan brotowali. (TN)