Home Breaking News Bunda, Berhati-hatilah si Kecil Terkena Ancaman STUNTING !

Bunda, Berhati-hatilah si Kecil Terkena Ancaman STUNTING !

165
0
SHARE

Oleh : Andhika Nara Vista Widyastuti.

Pasti bunda penasaran kan apa itu stunting dan mengapa dapat mengancam si kecil, bukan ? Masa pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada si kecil dapat dicapai dengan pemberian gizi yang baik, benar dan tepat. Asupan gizi yang baik yaitu sesuai dengan usianya dan sesuai dengan kebutuhannya.

Jika asupan gizi tidak diberikan dengan baik, benar dan tepat, maka akan muncul permasalahan gizi yang dapat mengancam kesehatan bayi. Salah satunya yaitu stunting (balita pendek).

Nah apa itu stunting ? Menurut (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, 2017) stunting adalah kondisi balita (bayi dibawah lima tahun) pendek dengan tinggi badan yang tidak sesuai dan tidak sepadan dengan usianya.

Stunting dapat terjadi karena balita kekurangan gizi yang diakibatkan karena kebutuhan gizi yang tidak tercukupi pada saat bayi masih dalam kandungan dan setelah lahir. Hal ini perlu diperhatikan karena menjamin masa pertumbuhan bayi yang optimal.

Permasalahan stunting (balita pendek) di Indonesia termasuk salah satu permasalahan gizi yang cukup besar. Berdasarkan hasil (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, 2017) kejadian stunting di Indonesia merupakan kejadian tertinggi ke-5 di Dunia.

Stunting dapat dilihat setelah bayi berumur 2 tahun. Berdasarkan data hasil Riskesdas 2013, jumlah status gizi balita pendek, baik itu kategori pendek dan sangat pendek di Indonesia pada tahun 2007 yaitu 36,8 %, tahun 2010 tercatat 35,6 % dan pada tahun 2013 mengalami kenaikan mencapai 37,2 %. Data tersebut menunjukkan bahwa kejadian stunting meningkat setiap tahunnya.

Walaupun kenaikannya tidak sangat besar, tetapi ini berarti stunting belum dapat dikendalikan dan dicegah secara maksimal.

Kejadian stunting di Jawa Tengah juga masih tergolong cukup tinggi. Salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki angka kejadian stunting yang tinggi yaitu Blora. Berdasarkan hasil dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan 2017, tercatat bahwa 35.861 anak dari jumlah penduduk 855.000 jiwa di kota Blora menderita stunting.

Sehingga sangat membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizinya. Munculnya stunting dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang apa itu stunting, tidak terlaksananya ASI eksklusif dan kebersihan lingkungan yang kurang diperhatikan.

Salah satu penyebab yang paling dominan terhadap kejadian stunting yaitu tidak terlaksananya pemberian ASI eksklusif secara maksimal. Kita tahu bahwa ASI merupakan satu-satunya makanan dan minuman yang sangat baik untuk bayi. ASI mempunyai manfaat yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, salah satunya yaitu sebagai imunitas tubuh.

Fungsi dari imunitas yaitu dapat mencegah anak dari serangan berbagai virus penyebab penyakit. Sedangkan pengertian ASI eksklusif sendiri yaitu pemberian makanan dan minuman pada bayi umur 0-6 bulan yang hanya berupa ASI saja tanpa adanya penambahan makanan lain. Namun, sampai sekarang masyarakat memiliki penafsiran dan pemahaman yang keliru dengan kata eksklusif.

Bunda tahu tidak ternyata dengan pemberian ASI eksklusif dapat mencegah kejadian stunting hlo. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian di India pada tahun 2016, kejadian stunting terjadi pada bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan mencapai 72,1 %. Angka tersebut menunjukkan stunting dapat terjadi lebih besar pada anak-anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dibandingkan yang mendapatkan ASI eksklusif.

Stunting memberikan akibat yang sangat besar bagi balita dan akan terus dirasakan di masa dewasanya. Diantaranya yaitu pertumbuhan balita yang tidak maksimal, menurunnya kepintaran anak sehingga berpengaruh pada hasil belajar anak, dan mempengaruhi keberhasilan anak di masa depannya. Selain itu anak dengan stunting juga akan berisiko terkena obesitas (kegemukan) saat dewasa dan terkena penyakit tidak menular.

Tak hanya itu, stunting dapat mengakibatkan mental anak mengalami penurunan, status kesehatan yang buruk, dan rendahnya kemampuan berproduktif (Kemenkes, 2016). Sehingga akan berakhir dan berdampak besar pada status ekonomi Negara.

Melihat akibat stunting yang begitu besar, maka sangat penting untuk kita melakukan suatu tindakan secepat dan segera mungkin untuk menyadarinya dan bahkan bisa mencegahnya.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan seperti selalu memperdalam pengetahuan bunda dalam mengasuh balita yang baik dan benar, dan sikap bunda yang selalu up to date mengikuti perkembangan informasi-informasi gizi untuk buah hati tercinta.

Selanjutnya ada satu tindakan yang paling manjur, murah dan sangat praktis serta berdampak positif yang besar yaitu dengan selalu meningkatkan kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif bagi si kecil. Ingat, dengan ASI eksklusif selama 0-6 bulan, stunting mampu kita kendalikan dan kita cegah. (TN)