Home Breaking News Inovasi Kerajinan Lampion Benang Dari Blora

Inovasi Kerajinan Lampion Benang Dari Blora

609
0
SHARE

Blora, sekatcos – Kalau pada awalnya dulu sekitar abad ke-3 Masehi di Cina pada era Dinasti Han, lampion konvensional dibuat dengan menggunakan kertas, seiring perkembangan jaman, lampion pun mengalami perkembangan bahan pembuatnya. Seperti halnya lampion benang yang merupakan salah satu perkembangannya. Lampion ini adalah tempat lampu yang dibuat menggunakan benang atau tali yang dibentuk sebagai tempat bohlam. Lampion jenis ini sekarang cukup banyak diminati karena memiliki alternatif variasi bentuk yang unik dan menarik.

Menurut kepercayaan, rumah yang terdapat cahaya dan nyala lampion, dipercaya mendatangkan keberuntungan, rejeki, kebahagiaan dan menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.

Butuh ketelitian dan ketekunan dalam berkarya (TN)

Proses transformasi dan nilai budaya tersebut tersebut, kemudian ditangkap oleh Joko Purnomo (33), seorang warga Desa Ngablak, Sumberagung RT 05 RW 04, Kecamatan Banjarejo. Sejak 2 tahun yang lalu, pria dari Banjarejo ini tekun berinovasi membuat lampion dari benang. Dari coba-coba, lampion hasil kerajinan tangan ini akhirnya menjadi usaha yang menjanjikan.

Dengan dibantu peralatan kuas dan gunting, tangannya yang kreatif mengubah bahan-bahan seperti benang, balon karet, lem kayu, lem tembak, lem Alteco dan kain flanel menjadi beraneka macam lampion yang unik, lucu dengan berbagai karakter animasi kartun yang menarik.

Kreasi dan inovasi pengrajin lampion benang (TN)

“Dulu, awal mula saya membuat lampion benang ini karena terinspirasi dengan benang jahit. Menurut saya, benang semestinya tidak hanya bisa dipergunakan untuk menjahit saja, namun bisa juga dibuat menjadi sebuah karya seni,” kata Joko Purnomo, Minggu (21/1).

Sosok pria berumur 33 tahun itu, kini terus belajar secara otodidak mengembangkan kreasi lampion benangnya dengan berbagai macam karakter kartun. Dari promosi lewat media sosial seperti facebook, bbm dan whatsapp, akhirnya pesanan pun mengalir dari berbagai kota di Indonesia, bahkan mancanegara.

Proses penjemuran untuk pengeringan lampion benang (TN)

“Lumayan mas, respon di tingkat lokal cukup bagus. Mungkin karena keunikannya, banyak dari kelompok dan grup seperti komunitas mobil, motor dan panitia-panitia event dari banyak acara pun turut memesannya untuk souvenir. Untuk pemesanan luar kota ada yang dari Serang, Banten, Jakarta, Semarang dan Jogja. Bahkan, kami juga kirim ke Singapura dan Kanada,” jelasnya.

Saat ini, dengan dibantu oleh Arlia, istrinya, ia terus berkarya menciptakan inovasi-inovasi baru. Dengan ketelitian dan ketekunannya, bahan-bahan yang sederhana bisa dibuat lampion yang memiliki nilai seni tinggi.

Hasil karya seni lampion benang yang lucu dan menarik (TN)

Untuk harga, sebagai sebuah karya seni, lampion benang yang juga bisa dipakai sebagai lampu tidur ini berkisar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

“Silahkan, bagi teman-teman yang berminat ingin membeli atau memesan, bisa langsung menghubungi saya di nomor 081227174877,” terangnya. (TN)