Home Pemerintahan Inovatif, SMP N 3 Randublatung Komitmen Hindari Pungli

Inovatif, SMP N 3 Randublatung Komitmen Hindari Pungli

755
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Maraknya pemberitaan di media cetak dan media online tentang pungli (pungutan liar) yang merambah dunia pendidikan di Kabupaten Blora akhir bulan Januari 2018 kemarin sempat membuat banyak pihak prihatin. Namun dari semua intitusi pendidikan di Blora tersebut, ternyata ada sekolah yang tidak melakukan pungutan uang komputer yang berdalih guna menunjang terselenggaranya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Salah satu sudut SMP N 3 Randublatung

SMP Negeri 3 Randublatung misalnya. Sejak penyelenggaraan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang pertama tahun 2016, SMP N 3 Randublatung lebih memilih upaya inovatif yaitu peminjaman komputer ataupun laptop dari guru sekolah dan orang tua/wali murid.

Saat dikonfirmasi wartawan sekatcos, Kamis (22/2), Kepala Sekolah SMP N 3 Randublatung, Satari, S.Pd. (54) menjelaskan, bahwa SMP N 3 Randublatung sejak pelaksanaan UNBK Pertama tahun 2016 tidak pernah melakukan pungutan ke siswa atau orangtua wali murid untuk pengadaan komputernya.

“Ya, ini dalam rangka penegakan aturan, bahwa pungutan semacam itu tidak diperbolehkan. Surat Edaran dari Kemendikbud pada tahun 2016 itulah yang kami jadikan dasar tidak melakukan pungutan pada orangtua wali murid,” tegasnya.

Satari, S.Pd. Kepala SMP N 3 Randublatung

Menurutnya, untuk pengadaan komputer, pihak sekolah selalu memotivasi guru di SMP N 3 Randublatung untuk berupaya memiliki laptop atau komputer sendiri.

“Hal tersebut dilakukan agar bisa membantu memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan UNBK,” ujarnya. “Kalau memang dalam APBD Kabupaten Blora tahun 2018 ini sudah menganggarkan 5,6 milyar guna pengadaan komputer untuk SMP negeri, saya berharap semoga bisa segera terealisasi,” tambahnya.

Hal senada dikatakan pula oleh Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, M. Muhaimin S.Pd., bahwa untuk menunjang pelaksanaan UNBK, pihak sekolah secara resmi membuat surat ijin peminjaman komputer kepada orang tua atau wali murid.

Ruang komputer SMP N 3 Randublatung

“Tidak ada paksaan. Peminjaman komputer atau laptop kepada wali murid ini pun menggunakan surat resmi dari sekolah. Ada pula jaminan dari pihak sekolah apabila ada kerusakan saat digunakan dalam UNBK,” terang Muhaimin.

Menurut keterangannya, dalam pelaksanaan UNBK tahun 2018, ada 120 siswa peserta ujian. Mengingat komputer yang dimiliki SMP N 3 Randublatung hanya sejumlah 8 unit PC dan 6 unit laptop, maka kekurangan unit yang ada diperoleh dari peminjaman pada guru dan wali murid, yaitu sejumlah 30-an unit, termasuk untuk unit cadangan.

“Waktu pelaksanaan UNBK dibagi menjadi 3 sesi atau 3 gelombang dalam sehari. Ini dilakukan agar dalam keterbatasan yang ada, UNBK tetap berjalan dengan lancar,” pungkas Muhaimin. (B21)