Home Daerah Peduli Kendeng, JM-PPK Blora Gelar Reboisasi di Bukit Pencu

Peduli Kendeng, JM-PPK Blora Gelar Reboisasi di Bukit Pencu

462
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora“…Sumusuling rasa
nganti nedya tumetes wijiling eluh, sirna ngrungkebi negara, Yu Patmi pahlawan putri,”.

Itulah penggalan bait lantunan kidung dari seniman Kentrung, mengawali pementasan kesenian tradisional Kentrung Blora (21/03). Penampilan Kentrung Blora dari Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan ini adalah puncak acara Reboisasi Kentrung Kiter Kendeng, dalam rangka memperingati 1 tahun gugurnya Patmi, perempuan pejuang lingkungan dari Pati sewaktu melakukan aksi cor kaki di depan Istana Negara, Jakarta.

Acara Reboisasi Kentrung Kiter Kendeng ini adalah rangkaian dari acara Donya Dongakke Kendeng yang digagas Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM- PPK) tanggal 17-21 Maret 2018. Yang sebelumnya diselenggarakan di Pati, Grobogan dan Rembang.

 

Pelajar dan Mahasiswa melakukan penanaman di bukit Pencu

Acara yang diselenggarakan di bukit Pencu, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo diawali sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB, dengan bersih-bersih sampah sekitar bukit Pencu. Lalu dilanjutkan Brokohan atau selametan dan penanaman berbagai bibit pohon buah, seperti Kelengkeng, apel, rambutan, alpukat, nangka, pepaya dan kelapa.

Koordinator acara, Santoso (39), mengatakan bahwa acara reboisasi ini sangatlah penting untuk upaya pelestarian lingkungan di pegunungan Kendeng. Mengingat Pegunungan Kendeng adalah kawasan karst yang memiliki ratusan mata air yang harus dilindungi dan dilestarikan.

“Semoga acara seperti ini dapat menggugah rasa kesadaran masyarakat, akan pentingnya kelestarian lingkungan untuk anak cucu dimasa mendatang,” kata Santoso (39), selaku koordinator acara.

Santoso (39), koordinator acara Reboisasi Kentrung Kiter Kendeng

Hal senada dikatakan pula oleh Gunretno, tokoh JM-PPK Pati, bahwa melalui Kentrung Kiter Kendeng ini bisa sebagai media kampanye untuk kelestarian lingkungan. Menyuarakan dan memahamkan masyarakat, seberapa jauh fungsi pegunungan kendeng dan persoalan-persoalan tentang Kendeng.

“Intinya, melalui Kentrung Kiter Kendeng ini, bisa menjadi media kampanye kita untuk kelestarian lingkungan yang harus dan terus dilakukan, menyuarakan fungsi pegunungan Kendeng dan berbagai persoalannya,” Kata Gunretno.

Acara kegiatan reboisasi dihadiri dari JM-PPK Pati, JM-PPK Rembang, Polsek Bogorejo, Koramil Bogorejo, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Bogorejo, mahasiswa dan komunitas Punk dari berbagai kota.

Kepala UPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Bogorejo, Supriyatno, S.P. (56) mengungkapkan, bahwa potensi pertanian di Lereng Kendeng terutama Desa Gandu, Bogorejo sangat bagus. Terutama tanaman hortikultura seperti bawang merah.

Hamparan tanaman bawang merah di Desa Gandu

“Untuk potensi tanaman bawang merah di sini cukup bagus dan sangat cocok, di Desa Gandu sendiri saat menjelang musim penghujan ada sekitar 20 Hektar. Upaya dari dinas selalu mendorong untuk peningkatan budidaya tanaman bawang merah, melalui pemberian bantuan pupuk, pestisida dan pendampingan,” ungkap Supriyatno, disela-sela acara reboisasi.

Supriyatno, S.P. KaUPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kec. Bogorejo

Acara kegiatan Reboisasi Kentrung Kiter Kendeng ditutup sekitar pukul 13.00 Wib, dan berjalan dengan tertib dan lancar. (B21)