Home Daerah Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Elpiji 3 kg

Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Elpiji 3 kg

64
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Kementerian sosial diwacanakan bakal melakukan penghapusan subsidi gas elpiji 3 kilo gram (kg). Semestinya subsidi itu hanya dipuruntukkan bagi warga miskin.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (Dinsos P3a) Sri Handoko menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya diundang oleh Kementerian Sosial untuk membahas  membahas terkait penyaluran elpiji 3 kg. Pada kesempatan itu ada wacana gas melon tersebut hanya diberikan kepada warga miskin yang disesuaikan dengan data kemiskinan daerah. “Tapi itu masih belum diterapkan,” ujar mantan Kasatpol PP Blora ini.

Sementara itu, untuk sekarang ini pengalokasian gas melon masih dilakukan seperti biasa.

Staf Bagian prekonomian, Sekretatiat Daerah (Setda) Blora, Tulus Prasetya,  menduga, dengan adanya rencana penyesuaian subsidi agar tepat sasara, menjadi pengahambat penetapan alokasi elpiji 3 kg bagi Kabupaten Blora.

“Sebab beberapa waktu lalu Dinsos P3a Blora ada rapat di Kemensos kaitanya dengan sinkronisasi data Keluarga miskin calon penerima subsidi elpiji,” ujarnya.

Sampai sekarang ini, kata dia, kuota elpiji melon itu belum ditetapkan. Penetapan itu kewaengananya pada pemerintah pusat, sedangkan Pemerintah Kabupaten Blora hanya berwenang mengajukan.

Secara terpisah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mendukung penghapusan subisidi Elpiji 3 kg. Sebab, penghapusan subsidi tersebut bisa mengurangi beban pemerintah.

Suma Novedi, Ketua DPC Hiswana Migas Wilayah Pati (red-Dmak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Grobogan), menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah menghapus subsibi Elpiji. “Kalau bisa dihapus subsidinya saya mendukung,” terangnya.

Menurutnya, selain mengurangi beban pemerintah, subsidi tersebut diangggap tidak tepat sasaran. “Karena kalau yang disubsidi barangnya, menurut saya kurang tepat, seharusnya yang disubsidi adalah orangnya,” kata dia.

Terkait kuota elpiji 3 kg yang belum ditetapkan, Suma Novendi, mengatakan, bahwa pembahasan oleh pemerintah pusat baru dilaksankan saat pembahasan APBN-P. “Biasanya dibahas menjelang APBN-P, Mas,” kata pria yang belum lama ini melepas masa duadanya.

Informasia yang diteriama, bahwa kuota elpiji Kabupaten Blora bakal memperoleh tambahan kota sebanyak 2% dari Dirjen Migas Kementerian ESDM. “Tapi ini belum resmi dan rencanannya bakal digunakan untuk kebutuhan Ramadhan, Iedul Fitri, Iedul Adha, Natal dan tahun baru,” tambahnya. (S8).