Home Breaking News Fosil Gajah Purba Kembali Ditemukan di Desa Medalem

Fosil Gajah Purba Kembali Ditemukan di Desa Medalem

1697
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Fosil gajah purba kembali ditemukan di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan. Fosil yang diperkirakan berumur ratusan ribu tahun yang lalu ini, adalah temuan warga dari galian pasir di Dusun Sunggun, Desa Medalem.

Fragmen fosil gajah purba temuan warga

Penemuan fosil gajah purba dari warga ini terungkap setelah diserahkannya hasil temuan tersebut kepada Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, saat melakukan penelitian dan kajian potensi situs DAS bengawan solo, di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan.

Haris Rahmanendra, ketua Tim Kajian Potensi Situs DAS Bengawan Solo membenarkan, penemuan fosil binatang purba ini semua ditemukan oleh warga setempat, sebelum tim BPSMP Sangiran melakukan kegiatan penelitian di Desa Medalem.

Haris Rahmanendra, ketua Tim Kajian Potensi Situs DAS Bengawan Solo

“Memang benar, fosil binatang purba ini diserahkan kami saat melakukan kegiatan penelitian di Desa Medalem. Temuan fosil dari warga ini berupa fragmen atau pecahan tulang dan gigi gajah purba, dan fosil kepala banteng lengkap dengan tanduknya,” ungkap Haris saat dikonfirmasi (18/04).

Haris menambahkan untuk umur fosil yang ditemukan belum bisa dipastikan, karena belum dilakukan dating atau penentuan umur secara absolut.

“Butuh penelitian yang mendalam, untuk memastikan jenis dan umur fosil. Untuk identifikasi awal, kami memperkirakan fosil gajah purba ini memiliki umur 160.000 tahun yang lalu. Karena jika dilihat dari lapisan tempat di temukannya fosil tersebut, berada di lapisan pasir dan kerikil dan untuk wilayah Desa Medalem yang berbatasan dengan Bengawan Solo ini termasuk dalam teras purba yang dinamakan teras Menden,” tambah Haris.

Fosil kepala banteng purba temuan warga

Hal senada disampaikan oleh Dian Nisa Anna Rahmayani, arkeolog BPSMP Sangiran, bahwa fragmen atau pecahan fosil yang ditemukan saat ekskavasi arkeologi di Dusun Sunggun dan Medalem, juga berupa fosil binatang purba.

“Fragmen fosil yang kami temukan di dua titik ekskavasi adalah fosil dari binatang binatang purba antara lain kerbau purba, rusa, babi, banteng, gajah, buaya dan hiu. Dan memiliki umur ratusan ribu tahun yang lalu,” ujar Dian.

Ekskavasi tim BPSMP Sangiran di Dusun Sunggun, Desa Medalem

Menurut keterangan Sagi (42), warga Dusun Sunggun Desa Medalem yang menemukan fragmen fosil gajah purba, penyerahan fragmen fosil gajah purba tersebut adalah atas inisiatif sendiri.

Sagi (42) saat membantu ekskavasi tim BPSMP Sangiran

“Sebenarnya sudah 2 bulan saya menyimpannya di rumah, kebetulan di Desa Medalem ada kegiatan penelitian dari Sangiran, maka saya serahkan untuk diteliti, kan lebih berguna untuk bahan penelitian,” ungkap Sagi.

Sagi menambahkan, untuk kedepannya kalau ada warga yang menemukan fosil serupa, akan berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk melaporkan dan ditindak lanjuti Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

Sementara, Kasi sejarah dan kepurbakalaan Dinporabudpar Kabupaten Blora, Setyo Pujiono mengatakan, penemuan fosil purbakala tersebut, oleh BPSMP Sangiran akan diserahkan kepada Dinporabudpar kabupaten Blora. Sebelumnya, fosil akan dikonservasi terlebih dahulu. Akan tetapi, sebagian dari fosil yang sudah dikonservasi lebih awal akan dibawa ke dinas dan sebagian akan dibawa ke Sangiran. Sedangkan untuk warga penemu fosil ini, jika memang perlu dilakukan ganti untung maka perlu dilakukan ganti untung oleh dinas. (B21)