Home Daerah Pembangunan Trotoar di Cepu Terpaksa Korbankan Pohon

Pembangunan Trotoar di Cepu Terpaksa Korbankan Pohon

125
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Pembangunan trotoar di Jalan Diponegoro Cepu, terpaksa harus mengorbankan pohon sepanjang jalan tersebut. Tidak heran, suasana panas lebih terasa semanjak dilakukanannya penebangan. Pohon besar yang masuk dalam bangunan trotoar ditebang untuk mempermudah pekerjaan.

Muntaha (26), yang sehari-hari beraktivitas di Cepu ini merasakan suasana yang berbeda. Sebab, pohon  yang rindang selama ini menahan terik matahari saat panas, satu persatu mulai ditebang. “Sebenarnya sayang sekali jika pohon itu ditebang,” ujar pria yang belakangan diketahui asli dari Tuban ini, Jumat (20/4).

Dia kembali mengaku, jika memang harus terpaksa ditebang, ia pun juga tidak mempersoalkan ditebangnya pohon sepanjang jalan tersebut.

“Cuma suasa yang biasanya sejuk, sekarang menjadi panas. Terus, dibuang kemana kayu berukuran besar itu,” tanyanya.

Sementara itu, Agus, Pelaksana pembangunan dari CV Karya Lestari menjelaskan, bahwa untuk mempermudah pembangunan terpaksa dilakukan penebangan pohon.

“Rencana semua pohon besar yang berada di dalam trotoar,” ujarnya melalui sambungan telephonnya.

Terkait kemana larinya hasil dari pohon yang sudah di tebang itu, pihaknya mengaku tidak tahu menahu. “Itu silahkan tanya saja ke dinas,” jelasnya.

Untuk diketahui, CV Karya Lestari memenangkan lelang pekerjaan tersebut melalui lelang elektronik dengan nilai Rp1,7 milyar. Untuk pekerjaan Rehabilitasi Trotoar Jalan Diponegoro.

Dari data Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, trotoar yang dilakukan rehabilitasi tersebut antara lain, trotoar Jalan Ngareng dengan volume 700 meter (m), trotoar Jalam Diponegoro dengan volume 1000 m, trotoar Jalan Raya Cepu dengan volume 800 m, trotoar Jalan Surabaya dengan volume 250 m, kemudian trotoar Jalan Pemuda volume mencapai 1000 m.

Mugianto Zubair, salah seorang tokoh masyarat setempat, membenarkan jika kondisi trotoar di wilayah Cepu memang dalam kondisi memprihatinkan.

“Memang waktunya diperbaiki. Terlebih kondisi drainase juga mengalami pendangkalan sejak bertahun-tahun,” kata Pria yang juga ketua RW 01 Kelurahan Cepu.

Dia mengungkapkan, kondisi paling parah berada di jalan Ngareng. “Di lingkungan saya itu memang sering banjir dan genangan air. Sebab, kondisinya memang mengalami pendangkalan,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan adanya perbaikan trotoar di Cepu bukan hanya memperindah dan perbaikan trotoar saja.

“Harusnya memang dilakukan normalisasi dengan cara dikeruk untuk mengangkat penyebab pendangkalan,” tuturnya. (S-8).