Home Hukum & Kriminal Karena Hutang, Kontraktor Tusuk Kontraktor

Karena Hutang, Kontraktor Tusuk Kontraktor

194
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Peristiwa penganiayaan kembali terjadi di Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, pada Kamis (19/4). Atas kejadian itu, tak ayal korban pun tersungkur bersimbah darah lantaran telah ditusuk dengan pisau lipat yang digunakan pelaku.

Usai melakukan penusukan itu, pelaku kemudian melarikan diri hingga akhirnya berhasil dibekuk petugas setalah kabur selama hampir tujuh jam.

Sementara itu, pasca penusukan itu terjadi, korban pun harus mendapat perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu lantaran mengalami luka robek pada perut bagian kanan. Hingga saat ini, korban diketahui masih menjalani perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit setempat.

Kapolsek Cepu, AKP Slamet Riyanto, melalui Kanit Reskrim, Iptu Wismo, menjelaskan, peristiwa penusukan tersebut terjadi pada hari Kamis (19/4), sekira pukul 09.00. Korban bernama Ketut Kunarwo (57) warga lorong IV RT.5/RW.2 Kelurahan Karangboyo, sementara pelaku bernama Novendi Hermansyah (45) warga lorong VIII kelurahan Cepu.

Belakangan diketahui, korban dan pelaku masing-masing adalah seorang kontraktor proyek bangunan. Belum lama ini keduanya bekerja sama dalam satu proyek di wilayah Lamongan Jawa Timur.

Wismo kembali mengungkapkan, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, pelaku menyuruh Parmin (orang kepercayaan pelaku, red) datang ke rumah korban untuk melakukan klarifikasi atas perkataan yang dianggap menyakitkan hati pelaku sekaligus membicarakan soal pembayaran proyek di wilayah Lamongan.

Namun dalam perbincangan tersebut, menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, Parmin menghubungi pelaku untuk datang sendiri ke rumah korban.

Dalam pembicaraan itu sempat terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku yang membuat suasana memanas. Tanpa basa basi, tiba-tiba pelaku menusuk perut korban dengan pisau lipat yang dibawanya.

“Setelah menusuk korban, pelaku langsung melarikan diri. Melihat hal itu, Parmin langsung melerai dan menarik pelaku ke luar rumah,” terangnya.

Lanjut kata dia, palaku melarikan diri menggunkan sepeda motor miliknya dan membuang pisau ke parit rumah korban. Sementara, korban mengalami luka robek di perut dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhamadiyah Cepu.

“Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan meski mengalami luka cukup serius,” kata dia.

Lebih lanjut Wismo menjelaskan, usai menusuk korban, pelaku diketahui berusaha melarikan diri kearah Jiken, kemudian ke Jepon lalu menuju Jatirogo Kabupaten Tuban, dilanjutkan ke Malo, Kabupaten Bojonegoro, lalu Kalitidu dan dilanjutkan ke Taji kabupaten Bojonegoro dan terakhir di Kabupaten Ngawi.

“Sekira Pukul 16.30 WIB, ditengah perjalan saat di Ngawi kami langsung maringkus pelaku dan membawanya ke kantor untuk diperiksa. Barang bukti berupa sepeda motor pelaku, pisau lipat pelaku, serta baju korban yang berlumuran darah saat ini diamankan di Mapolsek Cepu,” kata dia.

Dalam tujuh jam pelariannya itu, menurut Wismo, pelaku sempat potong rambut dan merapikan jenggot dan kumisnya saat berada di Jiken, untuk mengelabui petugas supaya tidak dikenali.

Namun, apa yang difikirkan pelaku ternyata tidak berpengaruh bagi petugas, pelaku tetap bisa dikenali dan akhirnya harus di keler. “Awalnya pelaku berambut gondrong kemudian di potong,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Sebab dari keterangan sementara, pelaku tidak ada rencana melakukan penusukan. Karena dirinya terbiasa membawa pisau lipat kemanapun pergi,” tandasnya. (S8).