Home Breaking News Cari Tanah Uruk, Warga Banjarejo Temukan 13 Potongan Gading Gajah Purba

Cari Tanah Uruk, Warga Banjarejo Temukan 13 Potongan Gading Gajah Purba

220
0
SHARE

SEKAT.CO, Grobogan – Penemuan sebuah benda purbakala secara tidak sengaja kembali terjadi di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Benda yang ditemukan kali ini wujudnya berupa fosil gading gajah purba.

Lokasi penemuan gading ini berada di tegalan Mbah Kartono yang bertempat di Dusun Peting. Gading purba yang ditemukan kondisinya tidak utuh tetapi terdiri dari 13 potongan. Saat potongan ini disatukan, panjang gading purba mencapai 2 meter.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, penemuan gading gajah purba berlangsung saat beberapa warga mengambil tanah tegalan milik Mbah Kartono untuk dipakai urukan rumah dan pekarangan pada hari Sabtu (28/7/2018). Saat mengambil tanah di tegalan, warga belum menemukan gading tersebut.

Adanya gading gajah purba itu baru diketahui saat salah satu warga menggelar tanah uruk di pekarangannya. Nah, saat itu, terlihat ada dua potongan seperti pecahan batu diantara tanah uruk tersebut.

“Saat dicermati, ternyata benda itu adalah potongan fosil gading. Penemuan itu selanjutnya dilaporkan pada saya. Saat saya cek, ternyata itu benar fosil gading gajah purba,” jelas Taufik kepada Sekat.co, Senin (30/7).

Lanjut kata dia, terkait adanya penemuan dua potongan gading itu, ia lantas menghubungi Komunitas Peduli Fosil Banjarejo untuk memeriksa tanah urukan lain yang telah diambil oleh warga.

Lebih jauh Taufik mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan di tanah urukan tersebut, Komunitas Peduli Fosil Banjarejo kembali menemukan tujuh potongan gading gajah purba di pekarangan rumah yang sebelumnya telah digelari tanah urug dari tegalan Mbah Kartono.

Selain di rumah atau pekarangan warga, pencarian potongan fosil juga dilakukan di lokasi pengambilan tanah uruk. Di lokasi ini akhirnya berhasil ditemukan dua potongan fosil gading.

“Jadi total potongan fosil gading ada 13. Sebanyak 11 potongan didapat dari pencarian di tanah uruk yang sudah digelar warga di dalam rumah atau pekarangan. Sedangkan dua potongan ditemukan di lokasi pengambilan tanah uruk,” sambung Taufik.

Ia kembali menjelaskan, semua potongan fosil gading gajah purba yang ditemukan sudah diamankan di rumahnya. Pihaknya juga sudah melaporkan penemuan benda purbakala terbaru pada Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan instansi terkait lainnya.

Taufik juga menambahkan, sekitar dua tahun lalu, fosil gading purba juga berhasil ditemukan di Dusun Peting. Lokasi penemuan waktu itu ada di pekarangan kosong dengan kedalaman fosil sekitar 50 centimeter didalam tanah.

“Untuk lokasi penemuan terbaru letaknya sekitar 300 meter sebelah utara tempat ditemukannya fosil gading sebelumnya,” imbuhnya. (D10)