Home Daerah Lowongan Direksi BUMD Wira Usaha Blora, Masih Sepi Peminat

Lowongan Direksi BUMD Wira Usaha Blora, Masih Sepi Peminat

378
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Detik-detik akhir pendaftaran Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Wira Usaha, terlihat masih sepi pelamar. Terbukti, hingga hari terakhir pendaftaran pada Selasa, (31/7) baru dua orang yang telah mengajukan lamaran.

Rudatiningsih, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Blora, menyatakan, tidak akan melakukan perpanjangan pendaftaran meski pun pendaftar baru dua orang. “Tidak ada perpanjangan,” ujarnya singkat.

Lanjut kata dia, meski sepi peminat, proses tahapan seleksi administrasi tetap akan dilakukan pada tanggal (1/8), lalu pengumuman seleksi pada tanggal (2/8) yang kemudian dilanjutkan paparan visi misi program kerja dan wawasan pada (3/8) dan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada (7/8).

Untuk diketahui, selama berdiri tahun 2005 lalu, setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan daerah tersebut minim. Bahkan, terhitung sejak tahun 2011 perusahaan pelat merah itu diketahui tidak menyetorkan PAD.

Pertengahan tahun 2018 ini, pemkab Blora diketahui telah membuka lowongan untuk direksi baru. Sebab, masa jabatan direksi lama sudah habis.

Rudatiningsih, sebelumnya menyebutkan, periode sebelumnya sebenarnya Pemkab Blora telah merekrut direksi PD Wira Usaha. Namun ditengah perjalanan direktur tersebut menghilang. “Kalau tidak salah ingat, tiga tahun lalu kami lakukan rekrutmen. Mungkin karena gajinya kecil, sehingga membuat orang tersebut kabur dari tanggung jawab setelah menduduki jabatan direktur,” ungkapnya.

Setelah sulit diajak komunikasi, pihaknya memutuskan untuk mengangkat pelaksana tugas. “Kami angkat salah satu manajer menjadi Plt. Setahu saya, pejabat tersebut langsung menjadi direktur difinitif,” kata wanita berhijab ini.

Dirinya mengakui, jika selama ini BUMD tersebut belum menyetorkan PAD. “Karena memang tidak ada kewajiban untuk menyetorkan PAD kalau perusahaan daerah itu belum untung,” terang dia.

Bahkan sejak tahun 2011 lalu, menurut dia, bidang usaha percetakan terpaksa ditutup karena dianggap tidak menguntungkan. Hanya satu bidang usaha yang berjalan. “Hanya apotek saja.  Di Cepu dan di Blora. Sedangkan untuk percetakan sudah tutup,” kata dia.

Sementara, dalam menjalankan usahanya, pemkab hanya menyediakan modal. “Kalau mau gaji besar, tergantung perusahaan. Kalau pendapatannya besar, gajinya juga bisa diatur sendiri,” tambahnya.

Dengan adanya direksi baru nanti, pihaknya berharap bisa ada perkembangan yang signifikan. Karena memang berdirinya BUMD itu untuk membantu keuangan daerah.

Diketahui, perusahaan daerah yang berada ditengah masa transisi itu bergerak bisa dalam bidang usaha apapun kecuali Perbankan. “Bergeraknya aneka usaha. Jadi bisa usaha apapun, kecuali perbankan. Termasuk nanti bisa jasa konstruksi, tetapi juga harus disiapkan pula Sumber Daya Manusia (SDM)-nya,” tandasnya.

Terpisah, Djati Walujastono, selaku anggota tim Pengkaji Participating Interest (PI) Kabupaten Blora, menambahkan, dengan dirombaknya PD Wira Usaha harapannya bisa menjadi pengelola PI dari Blok Migas yang ada di Blora.

“PI kan rencananya mau masuk jadi salah satu unit usaha, kalau nantinya direktur utama (dirut) tidak bisa memahami perihal itu, bisa dipastikan akan berdampak terhadap kinerjanya. Jika kinerjanya tidak bagus, maka bisa berdampak juga ke unit usaha yang lain. Diantaranya yang sudah pasti Apotik,” ungkapnya.

Djati juga mengungkapkan, perihal total jumlah pendaftar yang masuk sampai dengan saat ini, total  berjumlah lima belas orang. Namun yang masuk kriteria dan memenuhi persyaratan hanya tersisa empat orang.

“Sampai dengan hari ini memang betul baru dua orang pendaftar yang sudah masuk, karena kesalahan informasi dua orang pendaftar yang lain akan menyusulkan berkas file persentasinya malam ini. Jadi total ada empat orang,” bebernya.

Djati kembali menambahkan, dengan adanya pergantian jajaran direksi BUMD Wira Usaha, diharapkan banyak membuat kegiatan unit usaha yang lain dan dapat berkembang dengan pesat.

“Sudah 13 tahun terhitung sejak tahun 2005 kok hanya apotik dan percatakan saja. Bahkan ironisnya, percetakannya saat ini sudah ditutup. Padahal Wira Usaha ini kan punya usaha yang lebih luas. Multi usaha general kontraktor misalnya, kenapa dulu-dulu tidak dimaksimalkan,” pungkasnya. (S8)