Home Sosial Budaya Ribuan Warga Lasem Ikuti Kirab Petaka di Gowak

Ribuan Warga Lasem Ikuti Kirab Petaka di Gowak

129
0
SHARE

SEKAT.CO, REMBANG – Ribuan warga Gowak dan Bupati Rembang Abdul Hafidz mengikuti kirab budaya dan pataka Desa Gowak, Kecamatan Lasem, Rabu (1/8/2018) pagi.

Meskipun rutenya menanjak karena Gowak berada di wilayah dataran tinggi, tak menciutkan semangat Bupati untuk menuju lokasi Candi Malad.

Bupati dalam kesempatan itu mengatakan  Pemerintah Kabupaten sudah seharusnya memperhatikan kebudayaan dan utamanya aset yang termasuk dalam cagar budaya. Terlebih di Lasem memiliki sejarah yang luar biasa.

Undang-undang cagar budaya memang sudah ada, namun peraturan pemerintah  belum dibuat, sehingga pemkab kesulitan untuk membuat Perda. Namun menurutnya agar bisa maksimal dalam pengembangan potensi lokal termasuk cagar budaya, pihak desa bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pemkab.

“Tetapi yang penting menurut saya bagaimana caranya potensi lokal yang ada bisa ditindaklanjuti. Mpun jenengan yang kurang apa, bilang ben gampang, saya mohon kecamatan dan desa bisa bersatu padu,” ujarnya.

Kepala Desa Gowak Suprapto menjelaskan di dalam kirab budaya tersebut dilaksanakan dalam rangka sedekah bumi desa sekaligus sebagai momen untuk bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT dan nguri- nguri kebudayaan.

Prosesi kirab budaya tersebut mengkirab Pataka desa untuk diletakkan di candi Malad yang merupakan makam Dewi Hindu, Raja Lasem sejak tahun 1351, Dewi Hindu juga bergelar Bhree Lasem yang wafat tahun 1382.

Abdul Hafidz kembali menyatakan, saat ini Pemkab Rembang berkomitmen dan fokus ingin menjadikan Desa Gowak, sendiri sebagai tempat destinasi pengembangan kepariwisataan.

“Misalnya seperti Kalimancur, pemandian di Desa Gowak itu sendiri juga sudah kita konsep, nanti wisata alamnya di watu tapak yang merupakan situs bersejarah juga yang tahun 2018 ini sudah kita tata. Di tahun 2019 kita akan fokus ke penataan kepariwisataan dan pengelolaan air.” paparnya.

Di APBDes tahun ini sebagian anggaran dialokasikan untuk menyentuh penunjang kepariwisataan. Diantaranya pembangunan rabat dan paving halaman Candi Malad Rp.20 juta dan pembangunan jalan dan pagar makam Panji Sumilir Rp. 50 juta. (E9).