Home Breaking News Merasa Ditelikung, Dirut BUMD Wira Usaha Ungkapkan Rasa Kecewa

Merasa Ditelikung, Dirut BUMD Wira Usaha Ungkapkan Rasa Kecewa

340
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Peribahasa bak air susu dibalas dengan air tuba memang benar adanya, hal itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Arif Budiyanto, selaku Direktur aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Perusahaan Daerah (PD) Wira Usaha, yang merasa ditelikung oleh pemerintah.

Kekecewaan Arif bukan tanpa alasan, ia merasa selama ini tidak diajak konsolidasi terkait perihal rekrutmen yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Belum usai urusan rekruitmen, kekesalan Arif semakin menjadi-jadi manakala ia mengingat untuk saat ini, masa jabatannya sebagai Dirut masih berlangsung hingga dua tahun mendatang.

“Ya, saya kaget dengan adanya edaran pengumuman rekrutmen itu, lha saya masih sebagai dirut dan masa jabatan saya saat ini belum berakhir,” katanya, Rabu (1/8).

Kendati demikian, dirinya saat ini mengaku hanya bisa pasrah, apalagi jika ini sudah kehendak penguasa di Blora yang sudah tidak menginginkan dirinya menduduki posisi dirut.

“Ya apa boleh buat lah, lha memang saya ini hanya kacung. Tapi ya jangan beginilah caranya,” terangnya.

Ketika penulis mencoba menanyakan terkait ihwal dirinya apakah ikut mendaftar seleksi posisi dirut? Arif mengatakan, tidak akan pernah bisa mengikuti.

Sebab kata dia, ada beberapa proses administrasi yang harus dipersiapkan, apalagi jika mengingat mepetnya waktu penutupan pendaftaran. “Untuk mempersiapkan berkas – berkas pendaftaran jelas sudah tidak mungkin lagi terkejar,” bebernya.

Arif juga mengungkapkan, perihal sumbangsih PD Wira Usaha terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), dirinya mengakui jika dalam beberapa tahun belakangan ini tidak menyumbang PAD.

Lebih jauh Arif menguraikan, PD Wirausaha sebelumnya menjalankan 3 unit usaha. Diantaranya, apotik Sukowaras di Blora dan apotik Wismahusada di Cepu serta percetakan Swatantra.

“Untuk percetakan sudah ditutup tahun 2012 oleh Bupati karena merugi, kerugian hampir mencapai Rp 300 juta,” tuturnya.

Lanjut kata dia, sedangkan untuk bidang usaha apotik sampai saat ini masih mendapat keuntungan, namun keuntungan dari apotik itu untuk menutup kerugian usaha percetakan.

“Jadi ada keuntungan atau profit di bidang apotik, itu harus untuk menutup kerugian di bidang percetakan, oleh sebab itu kami tidak pernah menyumbang PAD,” katanya.

Ditambahkan oleh dia, terkait pengumuman lowongan di posisi dirut, Arif menjelaskan, lowongan tersebut terkesan seperti sudah teragendakan.”Seperti ditutupi, sebab saya sendiri baru tahu pengumuman itu kemarin pada hari Senin dan saya tidak pernah dilibatkan ataupun diajak bicara,” pungkasnya. (S8)