Home Daerah Tak Mau Dipindah, PKL Cepu Memilih Perjuangkan Nasibnya Sendiri

Tak Mau Dipindah, PKL Cepu Memilih Perjuangkan Nasibnya Sendiri

105
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Pedagang Kaki Lima (PKL) taman 1000 lampu Cepu, bersikukuh pada pendirian dengan tidak akan pindah dari lokasi tempat mereka berjualan saat ini.

Sebab, para pedagang meyakini jika nantinya pindah lokasi, bisa berdampak di merosotnya pendapatan ekonomi para pedagang. Disamping itu, pembangunan lokasi yang dijanjikan oleh pemerintah Kabupaten Blora juga dianggap menghambur-hamburkankan anggaran.

Edi Sumaryanto, ketua Paguyuban PKL Taman 1000 Lampu, menyatakan, ikon Cepu tersebut bukan hanya pada keberadaan lampu dan pepohonan yang sekarang ini sudah besar. Tapi juga pada keberadaan PKL di taman.

“Bahkan dampak ekonominya bukan hanya pada PKL saja. Ada tukang bongkar pasang tenda, tukang parkir, sampai tukang delman yang sekarang ini mulai banyak,” ungkap Edi usai diskusi dengan anggotanya terkait undangan dari DPRD untuk audiensi, Rabu (1/8).

Dirinya tetap berprinsip, bahwa PKL tetap menolak pindah di taman Blora Billingual School (BBS) Jalan Ronggolawe Cepu. “Silahkan disana dibangun, tapi PKL di taman tetap jalan,” ujarnya.

PKL sebenarnya tidak perlu dipindah kalau hanya ingin meningkatkan PAD dan keindahan. “Kita siap mendukung untuk meningkatkan PAD. Bahkan kita siap ditata untuk keindahan dan kerapian,” terang dia.

Lebih lanjut dia menyampaikan, bahwa PKL tidak butuh diberi bangunan bagus, lantai dikramik, maupun tempat dibuat terang. “Ibaratnya ada gedung bagus untuk PKL tapi sepi, dan ada tempat dekat kandang sapi yang bau tapi ramai, kami tetap pilih lokasi kandang sapi yang ramai,” ungkap Edi.

“PKL butuh tempat ramai, bukan tempat yang bagus,” imbuhnya.

Selama ada rencana pembangunan taman, menurut Edi, PKL tidak pernah diajak sosialisasi secara resmi. “Tidak diberi tahu konsep pembangunannya. Hanya main pindah seperti kursi. Jangan sampai pemborosan anggaran tapi PAD juga tidak didapat,” tandasnya.

Dia menambahkan, pihaknya bersama para pedagang yang lain pernah diberitahu oleh dinas, itupun hanya sebatas kalau lokasi di taman BBS nanti akan dibangun salter yang akan dianggarkan Rp 7 miliar. “Kata pak Langgeng, di sana dianggarkan Rp 7 miliar,” tuturnya.

Sementara itu, Harno PKL yang lain menambahkan, dirinya juga pernah diiming-imingi bangunan yang lebih baik oleh Langgeng Warsito selaku Kabid Kelistrikan dan Pertamanan Dinas Dinrumkimhub Blora.

“Tapi PKL tidak tergiur. Silahkan di sana dibangun, tapi PKL di sini tetap ada,” katanya.

Harno kembali mengingat-ingat pesan Almarhum Basuki Widodo, mantan Bupati Blora yang notabene adalah Kakak Kandung Bupati Blora saat ini, Djoko Nugroho. “Pak Basuki dulu pernah mengatakan jika taman dipersilahkan untuk berjualan. Silahkan dipakai tapi jangan bertengkar,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Kelistrikan dan Pertamanan Dinrumkimhub Langgeng Warsito, ketika hendak diklarifikasi oleh wartawan tidak memberi tanggapan. Ketika wartawan mencoba menghubungi melalui sambungan ponsel, ternyata ponsel milik Langgeng juga tidak aktif. (S8).