Home Hukum & Kriminal Tipu Investor Tambang 260 Juta, Debby Diringkus Polisi

Tipu Investor Tambang 260 Juta, Debby Diringkus Polisi

160
0
SHARE

SEKAT.CO, Rembang – Emmanuel Debby Harijanto Koehoe alias Debby warga Pantiharjo, Kaliori, kini harus merasakan dinginnya lantai sel jeruji besi Polres Rembang.

Pasalnya, pria yang berusia 50 tahun tersebut diduga menguntit uang bisnis kenalannya Mudjianto (50) warga Candirenggo, Singosari Malang, sebesar Rp. 260 juta pada Desember 2017 lalu.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli mengatakan, kejadian itu terjadi pada Selasa (12/12/2017) silam sekira pukul 14.00 WIB, di mana Korban bersama rekannya yakni Sutrisno dan Eli Suhaimi warga Malang dipertemukan oleh Adnan Wibisono warga Bojonegoro kepada pelaku di Taman Kartini.

“Setelah mereka ketemuan, Deby memperkenalkan dirinya sembari berkata “Aku ini orang kepercayaannya CV. AMP milik Ratimin yang mengurusi legalitas pemasaran,” kata Kasat sesuai hasil keterangan pemeriksaan.

Kurniawan kembali menuturkan, berdasarkan pengakuan tersebut, tak ayal korban Mudjianto pun terperdaya, sehingga Mudjianto mengambil inisiatif untuk segera berinvestasi di lahan tambang milik CV. AMP yang berada di Kajar Gunem.

“Keesokan harinya, Rabu 13 Desember 2017 sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama rekannya tadi Sutrisno dan Adnan Wibisono selaku orang pelantar bertemu kembali dengan pelaku di rumah makan cabe,” ungkapnya.

Lebih jauh Kurniawan membeberkan, setelah pertemuan berjalan, pelaku lantas menunjukkan legalitas CV. AMP berupa Foto copy Ijin Usaha Pertambangan Nomor : 545/0090/2014, 29 Januari 2014.

“Dalam pertemuan itu untuk membahas tentang kesepakatan Royalti kerjasama dan disepakati sejumlah Rp. 510.000.000, yang dibayar separuh dahulu sisanya dibayar setelah berproduksi,” ujarnya.

“Dalam kesepakatan itu, korban kemudian menyerahkan uang Rp. 10.000.000, sebagai tanda keseriusan kerjasama kepada pelaku,” imbuhnya.

Lanjut kata dia, pertemuan tak hanya sampai disitu saja, yakni keesokan harinya, Kamis 14 Desember 2017 sekira pukul 10.00 WIB, korban ditemani oleh kedua orang di atas bertemu di kediaman pelaku di Desa Pantiharjo Kaliori.

“Saat itu, korban menyerahkan uang sebesar Rp. 50 juta untuk melakukan kerjasama pertambangan kepada pelaku dan sisanya dibayar dengan transfer tanggal 19 Desember 2017, sejumlah Rp. 75 juta dan tanggal 20 Desember 2017 sejumlah Rp. 125 juta,”  bebernya.

Namun Sampai dengan sekarang korban tidak dapat melakukan pengolahan lahan tambang CV. AMP karena saudara Ratimin selaku Direktur Utama CV AMP tidak pernah merasa melakukan kerjasama pengolahan tambang dengan pelaku.

Bahkan, pemilik perusahaan tambang tersebut tidak menerima uang kerjasama  pengolahan tambang sebesar Rp. 260 juta dari pelaku.

“Korban merasa ditipu dan dirugikan sehingga melaporkannya hal ini kepada polisi. Atas penipuan ini korban mengamali kerugian sekitar Rp. 260 juta,” ujarnya.

Dari hasil pengungkapan dan penangkapan itu, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti. Diantaranya ialah:

  1. (satu) buah Foto copy Ijin Usaha Pertambangan Nomor : 545/0090/ 2014, tanggal 29 Januari 2014, yang merupakan Ijin Usaha Pertambangan yang diberikan Pemerintah Rembang kepada RATIMIN untuk dan atas nama CV Alam Megah Putih alamat  Tahunan Sale untuk melakukan operasi produksi batu gamping di Lokasi Kajar Gunem.
  2. okumen Surat Dukungan SUPPLAY Nomor: 025/SDS/CV.AMP/XII/2017, tanggal 14 Desember 2017, yang ditandantangani  RATIMIN dan Cap CV AMP.
  3. Nota Kesepahaman   antara CV ALAM MEGAH PUTIH dengan CV. JAYA TEKNIK tanggal 13 Desember 2017, yang ditandatangani RATIMIN selaku Direktur CV AMP, dan MUDJIANTO selaku Direktur CV JAYA TEKNIK.
  4. Surat Perjanjian Kerjasama CV. ALAM MEGAH PUTIH dengan CV JAYA TEKNIK Nomor : 017/SPK/CV.AMP/XII/20117, tanggal 13 Desember 2017, yang ditandatangani RATIMIN selaku Direktur CV AMP, dan MUDJIANTO selaku Direktur CV JAYA TEKNIK.
  5. Surat Perjanjian Kerjasama CV. ALAM MEGAH PUTIH dengan CVJAYA TEKNIK Nomor  : 018/SPK/CV.AMP/XII/2017, tanggal 13 Desember  2017, yang ditandatangani RATIMIN selaku Direktur CV AMP, dan MUDJIANTO selaku Direktur CV JAYA TEKNIK.
  6. Surat Pernyataan Keseriusan Kerjasama Pembelian Batu Gamping, tanggal 13  Desember 2017, yang ditandatangani  MUDJIANTO selaku Direktur CV JAYA TEKNIK.
  7. Bukti Kwitansi/ dan Printout Transfer pembayaran.

Atas kejadian itu pelaku dikenakan pasal tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUH Pidana dan atau pasal 372 KUHPidana. (E9).