Home Breaking News Kemarau Panjang, 82 Desa di Grobogan Dinyatakan Darurat Kekeringan

Kemarau Panjang, 82 Desa di Grobogan Dinyatakan Darurat Kekeringan

112
0
SHARE

SEKAT.CO, Grobogan – Jumlah desa di Grobogan yang mengalami dampak kekeringan terus bertambah. Beberapa hari lalu, jumlah tersebut baru mencapai 79 desa. Namun, saat ini, jumlahnya kian bertambah menjadi 82 desa yang tersebar di 12 Kecamatan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Budi Prihantoro mengatakan, terkait kondisi itu, status siaga darurat bencana kekeringan sudah ditetapkan Bupati Grobogan. Penetapan status ini dilakukan menyusul makin banyaknya jumlah desa yang dilanda kekeringan.

“Saat ini, sudah ada 82 desa di 12 kecamatan yang mengalami dampak kekeringan.

Terbaru, ada tambahan tiga desa yang mengalami kekeringan. Yakni Desa Tanjungrejo di Kecamatan Wirosari, serta Desa Ngrandah, dan Desa Tunggak di Kecamatan Toroh,” kata Budi, Kamis (2/8/2018).

Budi kembali menjelaskan, dari 82 desa kekeringan tersebut berasal dari Kecamatan Gabus ada 12 desa, Ngaringan (4), Grobogan (8), Kradenan (14), Kedungjati (4), Pulokulon (13), Geyer (10 desa), Purwodadi (6), Gubug (1), Tawangharjo (4), Wirosari (4), dan Toroh (2).

Lanjut kata dia, dampak kekeringan cukup parah terjadi di beberapa kecamatan. Yakni, Kecamatan Gabus, Geyer, Kradenan, Kedungjati dan Pulokulon. Sedangkan di Kecamatan lainnya, sebagian besar masih kategori sedang.

Berdasarkan data bencana yang ada, dari 280 desa/kelurahan yang ada, hampir separuhnya rawan bencana kekeringan. Sementara dari 19 kecamatan, hanya ada empat kecamatan yang relatif  aman dari bencana kekeringan. Yakni Kecamatan Godong, Gubug, Klambu dan Tegowanu.

Terkait kondisi kekeringan itu, Budi menyatakan, pihaknya sudah mulai melakukan droping air bersih sejak dua pekan lalu. Hingga saat ini, bantuan air yang disalurkan sebanyak 123 tangki. Bantuan air bersih diprioritaskan untuk desa yang kategori kekeringannya berat.

“Hingga hari ini, penyaluran bantuan air bersih masih terus kita lakukan. Prioritasnya untuk yang berat dulu. Kekuatan droping per hari sekitar 9 sampai 12 tangki,” jelasnya.

Budi menambahkan, untuk penanganan bencana kekeringan tahun ini, sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 175 juta. Dana ini disiapkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanganan bencana kekeringan, khususnya droping air bersih pada masyarakat. Selain itu, kami juga menggandeng PMI, Baznas, Pengusaha melalui dana CSR, komunitas, dan instansi-instansi non pemerintahan. (D10).