Home Daerah Calhaj Rembang, Sebagian Besar Masuk Rawan Risti

Calhaj Rembang, Sebagian Besar Masuk Rawan Risti

68
0
SHARE

SEKAT.CO, Rembang – Dari 789 calon haji, rata rata mereka masuk rawan daftar Calhaj yang beresiko tinggi atau (risti). Para jamaah haji yang dinilai berisiko tinggi ini berkisar antara usia 45 hingga 80 tahun.

Selain dilihat dari kerawan dalam faktor usia, hal itu juga bisa dilihat dari jenis penyakit. Seperti halnya hipertensi, diabet, pascastroke, obesitas, juga masuk dalam daftar jamaah calon haji beresiko tinggi.

Di satu sisi, para jamaah berisiko itu diwajibkan memakai gelang penanda khusus dengan warna oranye. Hal ini dilakukan untuk mempermudah para pendamping dalam memperhatikan kondisi kesehatan jamaah.

Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Aris Suryono mengatakan, para jamaah yang terbilang masuk dalam daftar Risti tentunya sudah menjalani berbagai pemeriksaan sebelum keberangkatan

Selain itu, mereka juga diharapkan dapat selalu berkoordinasi dengan pembimbingnya masing masing saat berada di tanah suci. Tak terkecuali juga diimbau untuk membawa perlengkapan pengobatan sesuai dengan kebutuhan.

“Itu sudah tanda dari Kemenkes bagi calon jamaah haji yang dianggap beresiko dengan kesehatannya memang diberikan tanda yang berwarna oranye. Kalau normal gak diberi gelang. Ada 441 orang yang masuk daftra risti, termasuk Lansia. H-3 kemarin diadakan pemeriksaan semua baik-baik saja” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kankemenag Kabupaten Rembang Mohammad Ali Anshory mengaku, pihaknya sejak Jum’at pagi (03/08/2018) sudah memberangkatkan 354 orang calon haji yang tergabung dalam kloter 62.

Lanjut kata dia, mereka diberangkatkan sekitar pukul 05.00 WIB. Kemudian kloter 63 diberangkatkan sekitar pukul 08.00 WIB.

“62 berangkat 354 orang, semula kan 355, meninggal satu jadi 354 orang. Alhamdulillah sampai hari ini masih sehat semua. Ada sekitar 15 kursi roda yang dibawa oleh para jamaah.” beber Ali Ansory.

Setelah tiba di Embarkasi Solo, jamah calon haji dari Kabupaten Rembang yang tergabung dalam kloter 62, dan 63 diperkirakan akan menginap semalam. Mereka baru akan diterbangkan ke tanah suci pada Sabtu pagi tanggal 04 Agustus 2018.

“Untuk robongan yang terakhir, yaitu kloter 64 akan diberangkatkan pada hari Sabtu (04/08/2018) sekitar pukul 00.00 WIB,” pungkasnya. (E9).