Home Hukum & Kriminal Merasa Telah Dilecehkan, DA Minta Polisi Tangkap Pelaku Secepatnya

Merasa Telah Dilecehkan, DA Minta Polisi Tangkap Pelaku Secepatnya

93
0
SHARE

SEKAT.CO Rembang – Dugaan pelecehan yang dilakukan oleh AJP (18) salah seorang warga Wuwur Kecamatan Pancur, kepada DA (30) wanita asal Ngulangan Pancur, masih meninggalkan bekas traumatic tersendiri bagi korban DA. Bahkan DA mengaku hingga saat ini mengaku depresi, lantaran kejadian tersebut telah menimpa dirinya.

Pasalnya, wanita yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual kelilingan ini tak bisa menahan malu dan depresi berkepanjangan bila mengingat peristiwa yang dialaminya pada Rabu (18/7/2018) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Kepada Sekat.co, DA mengaku saat itu ia tengah tidur di kamar. Namun tiba tiba ia merasa ada yang memegang badan bagian belakangnya. Hanya saja, saat itu ia tak mengindahkan lantaran dikira yang memegang ialah suaminya sendiri.

“Saya mengira itu suami, sehingga saya abaikan saja. Namun sesaat kemudian tiba tiba ada orang muncul dengan menggunakan HP yang digunakan untuk menyenter saya. Saya terperanjak bangun menyalakan lampu, melihat jam setengah 12 malam dan benar ada orang laki laki yang sembunyi dibalik tembok dan tempat tidur saya,” papar DA.

Setelah memergoki orang laki laki yang bersembunyi di kamarnya tersebut, lantas DA berteriak kencang sembari memanggil sang suami IS (39) yang tengah tidur di kamar sebelah.

“Saya teriak, orang itu berdiri sembari bilang mbak ojo kondo wong. Mengko aku mati (Mbak jangan bilang, nanti saya mati). Namun yang membuat saya kaget dan miris yakni orang itu kondisi celananya terbuka atau resletingnya kebuka. Saya juga berteriak ngundang suami yang tidur di kamar sebelah,”ujar dia.

Kemudian, suami DA tebangun dan menangkap AJP yang masih berada di kamar sembari menanyakan maksud yang dilakukannya saat tengah malam di kamar tersebut.

“Suami saya langsung menangkap orang itu di kamar dan menanyakan apa yang dia lakukan di sini. Pertama suami saya bertanya alamat asal usul orang itu, tapi dia tida mengaku. Justru dia bilang bahwa jika mengaku apakah akan dilepaskan,” ujarnya.

Namun setelah dicecar pertanyaan, AJP bilang bahwa ia akan mengambil carger HP hanya saja, DA masih tak begitu percaya dengan pengakuan tersebut.

“Saya masih tak percaya dengan pengakuan orang itu. Saya juga ketakutan hingga lari ke orangtuaku yang rumahnya berada didekat sini. Akhirnya orang-orang kampung datang bersama perangkat desa lainnya,” bebernya.

Lanjut kata dia, berdasarkan informasi dari warga sekitar, laki-laki tersebut berdomisili di Desa Wuwur yang lokasinya tidak jauh dari Desa Ngulangan. Dihadapan warga, laki-laki tersebut mengaku bernama AJP (inisial) berusia sekitar 18 tahun.

Saat itu, AJP beralasan akan mencuri carger HP. Tentu alasan AJP tak langsung mudah diterima oleh warga.  Pasalnya, AJP justru masuk ke kamar DA, kemudian meraba-raba dan memegang badan.

“Kalau mau maling kan aneh dan alasan hanya maling cash HP juga aneh. Saya juga tak percaya, jika akan mengambil uang, di sebelah almari kan ada. Sebab uang hasil dari kerjaku tak taruh di situ. Semua tahu anak itu warga desa Wuwur. Kalau mau curi uang, mengapa harus memegang, haruse cepat-cepat kabur,” ungkap dia sembari menangis sesenggukan.

Diketahui, setelah ditanya oleh Kepala Desa Ngulangan beserta perangkatnya, AJP sering menginap dirumah neneknya yang berada di desa Ngulangan yang tak lain ialah tetangga dari DA itu sendiri.

“Saat ditanya warga AJP ngaku rumah Mbahnya dekat dengan rumah saya. Setiap hari tidur situ,” tuturnya sembari menirukan AJP saat dimintai keterangan oleh warga saat itu.

Kemudian saat disinggung mengenai tindak lanjut kejadian itu, DA mengaku sudah melaporkannya kepada pihak Polsek Pancur. Hanya saja , hingga saat ini belum ada tindakan.

“Suami sudah lapor. Sebab sesudah kejadian itu saya sakit. Dan suami saya merawat saya dulu. Melapornya itu pada hari Minggu 22 Juli. Tiga hari setelah kejadian. Sebab setelah kejadian saya syok dan sakit. Kapolsek belum respon. Akhirnya ke Polres tanggal 27 juli. Sampai saat ini belum ada kejelasan. Saat saya tanya, katanya Bu Ida bilanng sudah dimasukan ke pengaduan. Namun sampai saat ini kok belum ada kelanjutannya,” katanya.

Sementara itu, salah satu tetangga DA, Suryono mengaku jika saat itu ia melihat dan mengetahui secara jelas. Bahkan ia dan suami DA juga ikut melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Pada malam itu, Rabu malam Kamis sekitar setengah 12 malam tiba-tiba saya dibangunin istri saya. Katanya ada maling di rumahnya DA. Dan setelah saya datang, memang benar di situ (rumah) DA ada laki laki,” ujarnya.

Setelah ditanya banyak hal, laki laki tersebut masih mengaku bahwa akan mengambil carger HP dan sejumlah uang milik DA.

“Saat itu saya tanya, orang mana, tak mau menjawab dan ngakunya ngambil cas. Memang ada casmu di sini? Tak mau jawab. Dan tak tanya terus mau apa lagi? Lama-lama ngaku ngambil uang (maling),” katanya.

Kemudian warga dan perangkat desa berinisiatif jika tak berterus terang maka AJP tidak diperbolehkan keluar atau pulang sebelum berterus terang.

“Pelaku tak dibolehin pulang, memanggil kades, carik, bayan sebagai saksi kalau tak ngaku tak boleh pulang. Dan akhirnya dia megang DA,” paparnya sesuai pengakuan AJP kepada warga dan perangkat.

Secara terpisah, Kanit PPA Polres Rembang Ipda Rukmini juga membenarkan jika ada laporan oleh warga Ngulangan Pancur terkait dugaan pelecehan seksual.

“Ada pak, masih pengaduan proses lidik,” pungkasnya. (E9).